Pilkada 2024
4 Hasil Survei Terbaru Pilkada NTB, Elektabilitas Rohmi-Firin Tempel Ketat Zulkieflimansyah-Suhaili
Berikut hasil survei elektabilitas calon Gubernur dan Wakil Gubernur di Pilkada Nusa Tenggara Barat (NTB) 2024.
Editor: Eri Ariyanto
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Berikut hasil survei elektabilitas calon Gubernur dan Wakil Gubernur di Pilkada Nusa Tenggara Barat (NTB) 2024.
Seperti diketahui, simulasi survei terbaru Pilkada NTB itu dilakukan pada bulan Juli 2024.
Dalam hasilnya, elektabilitas pasangan Sitti Rohmi Djalillah-Musyafirin menempel ketat Zulkiefliemansyah-Suhaili.
Baca juga: Elektabilitas Pilkada Kota Semarang versi Indo Barometer, Yoyok Sukawi Kalahkan Petahana Mbak Ita
Dikutip TribunNewsmaker.com dari berbagai sumber. Berikut ini perbandingan elektabilitas pasangan calon Pilgub NTB per Juli 2024.
1. Indo Survey & Strategy
Simulasi 4 pasangan calon
Zul-Uhel 29,7 persen
Rohmi-Firin 19,9 persen
Gita-Sukiman 16,3 persen
Iqbal-Dinda 12,2 persen
Tidak Tahu / Tidak Menjawab 21,9 persen

Baca juga: Bocoran Strategi PAN di Pilkada Jakarta 2024, Bakal Dukung Ridwan Kamil? Ini Kata Zulkifli Hasan
Simulasi 3 pasangan calon
Zul-Uhel 35,7 persen
Gita-Sukiman 23,6 persen
Iqbal-Dinda 18,6 persen
Tidak Tahu / Tidak Menjawab 22,1 persen
Simulasi 2 pasangan calon (head to head)
Zul-Uhel 43,8 persen
Rohmi-Firin 30,4 persen
Tidak Tahu / Tidak Menjawab 25,8 persen
Simulasi 2 pasangan calon (head to head)
Zul-Uhel 38,7 persen
Gita-Sukiman 32,1 persen
Tidak Tahu / Tidak Menjawab 29,2 persen
Simulasi 2 pasangan calon (head to head)
Zul-Uhel 42,4 persen
Iqbal-Dinda 29,1 persen
Tidak Tahu / Tidak Menjawab 28,4 persen
Survei digelar ISS pada 20-25 Juli 2024 dengan metodologi multi stage random sampling melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner.
Survei dilakukan terhadap 880 responden yang tersebar di 10 kabupaten/kota di NTB dengan hasil pada tingkat kepercayaan 95 persen dan margin error 3,37 persen.
Direktur Eksekutif ISS Karyono Wibowo mengungkap hasil temuan survei yang digelar pada 20-25 Juli 2024 itu.
Simulasi empat pasangan calon, Zulkieflimansyah-Suhaili FT atau Zul-Uhel unggul di posisi pertama dengan 29,7 persen.
Kemudian disusul Sitti Rohmi Djalillah-Musyafirin atau Rohmi-Firin 19,9 persen;
Lalu Gita Ariadi-Sukiman Azmy atau Gita-Sukiman 16,3 persen;
Terakhir Lalu Muhammad Iqbal-Indah Dhamayanti Putri atau Iqbal-Dinda 12,2 persen.
Sementara tidak tahu atau tidak menjawab 21,9 persen.
"Ini masih ketat. Perbedaan di ambang batas margin error," jelasnya di Mataram, Jumat (2/8/2024).
2. Olat Maras Institute (OMI)
Simulasi 4 pasangan calon
Zul - Suhaili 38,9 persen
Rohmi - Firin 22,8 persen
Iqbal - Dinda 15,8 persen
Gita - Sukiman 5,6 persen
Belum Bersikap 16,9 persen
Simulasi 3 pasangan calon
Zul - Suhaili 39,4 persen
Rohmi - Firin 24,7 persen
Iqbal - Dinda 17 persen
Belum bersikap 18,9 persen
Simulasi 3 pasangan calon
Zul - Suhaili 46,1 persen
Rohmi - Firin 26,7 persen
Belum bersikap 27,2 persen
Simulasi 2 pasangan calon
Zul - Suhaili 51,2 persen
Iqbal - Dinda 22,1 persen
Belum bersikap 26,7 persen
Survei OMI digelar pada 8-25 Juli 2024 terhadap 1.200 responden yang sampelnya diambil secara multi stage random sampling dari setiap kabupaten/kota di NTB dengan margin of error 2,89 persen.
Direktur OMI Miftahul Arzak mengungkap hasil ini berdasarkan survei yang digelar pada 8-25 Juli 2024.
"Ini tidak ada yang spesial karena ya wajar petahana elektabilitasnya tinggi," ucapnya kepada TribunLombok.com, Selasa (6/8/2024).
Miftah menyebut, angka ini masih akan terus berubah seiring mendekati hari pemungutan suara Pilkada 2024.
Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi perubahan pemilih terhadap calon yang didukungnya.
"Ada kecenderungan money politik yang meningkat. Ini tinggal bagaimana strategi kampanye, dan seberapa sering turun ke masyarakat," tutup Miftah.
3. MAC-P
Simulasi 4 pasangan calon
Zul-Uhel 21,44 persen
Gita-Sukiman 16,64 persen
Rohmi-Firin 16 persen
Iqbal-Dinda 6,72 persen
Tidak Tahu/Tidak Menjawab 39,2 persen
Simulasi 3 pasangan calon
Zul-Uhel 22 persen
Gita-Sukiman 17,20 persen
Rohmi-Firin 16,56 persen
Tidak Tahu/Tidak Menjawab 44,24 persen
Simulasi 2 pasangan calon atau head to head
Zul-Uhel 28,62 persen
27,14 persen
Tidak Tahu/Tidak Menjawab 44,24 persen
Survei MAC-P dilakukan secara metode multi stage random sampling pada 16-23 Juli 2024 dengan jumlah sampel 800 responden Margin of Erorr -+ 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Direktur MAC-P Yan Marli mengatakan, sebanyak 20 persen pemilih di NTB mengaku masih akan mengubah pilihan.
Dari 20 persen pemilih tersebut, sebanyak 7,5 persen mengatakan sangat besar kemungkinan berubah, sementara 12,5 persen mengatakan cukup besar kemungkinan berubah.
Selanjutnya, sebanyak 76,4 persen mengaku tak akan mengubah pilihan dengan rincian 65,4 persen kecil kemungkinan berubah dan 11 persen sangat kecil atau hampir tidak mungkin berubah. Sementara 3,6 persen tidak tahu atau tidak menjawab.
4. PolMark Indonesia
Simulasi 4 Palson
Zul – Uhel 32,3 persen
Iqbal – Dinda 26,5 persen
Rohmi – Firin 20,6 persen
Lalu Gita – Sukiman 4,5 persen
Rahasia 6,5 persen
Tidak Tahu / Tidak Menjawab 9,1 persen
Simulasi 2 Paslon
Zul – Uhel 45,5 persen
Iqbal – Dinda 31,8 persen
Rahasia 7,6 persen
Tidak Tahu / Tidak Menjawab 13,5 persen
Simulasi 2 Paslon
Zul – Uhel 49,6 persen
Rohmi – Firin 25 persen
Rahasia 8,8 persen
Tidak Tahu / Tidak Menjawab 14,9 persen
Survei PolMark dilaksanakan pada periode 14-27 Juli 2024 dengan sampel dari seluruh kabupaten/kota di NTB yang terdistribusi secara proporsional berdasarkan jumlah pemilih.
Jumlah sampel 1200 orang dengan metode penentuan sampel multistage random sampling, wawancara tatap muka, dan Margin of Error (MoE) +- 2,9 persen dengan derajat kepercayaan 95 persen.
Direktur Riset PolMark Eko Bambang Subiantoro mengatakan, perlu sejumlah kerja politik yang dilakukan sebab pemilih masih bisa berubah.
"Bagi paslon yang yang angkanya sudah cukup baik tinggal melakukam penguatan elektabilitas. Potensinya masih besar (berubah) karena belum ada yang sangat kuat,” kata Eko, Senin (5/8/2024).
Rekam Jejak Constant Karma, Cawagub Baru Pasangan Benhur Tomi Mano, Gantikan Yeremias Bisai |
![]() |
---|
Bupati Termuda di Jawa Barat Ini Punya Harta Kekayaan Rp1,4 Miliar di Usia 28 Tahun, Dulu Kerja Apa? |
![]() |
---|
Harta Kekayaan Fahmi Muhammad Hanif, Bupati Purbalingga yang Tawari Vokalis Sukatani Jadi Guru Lagi |
![]() |
---|
Breaking News! Putusan MK Pilkada Barito Utara, 2 TPS Ini Wajib Pemungutan Suara Ulang |
![]() |
---|
Pilkada Pasaman 2024 Diulang, Anggit Kurniawan Didiskualifikasi MK, Sembunyikan Status Mantan Napi |
![]() |
---|