Breaking News:

Kabupaten Klaten

Keren! Wayang Topeng Dalang Asal Manjungan Klaten Ditetapkan Jadi WBTb 2024

Kesenian Wayang Topeng Dalang asal Desa Manjungan resmi ditetapkan jadi warisan budaya tak benda (WBTb)

Editor: Delta Lidina
Dok. Disbudporapar Kabupaten Klaten
Sidang penetapan bersama tim ahli budaya dan Kemendikbudristek RI, menetapkan menjadi warisan budaya tak benda (WBTb) Indonesia tahun 2024. 

Dengan aktivitas mbarang diharapkan dapat mengumpulkan banyak orang sehingga proses pencarian akan lebih mudah dilakukan. 

Mbarang topeng dilakukan oleh Ki Mlayakusuma selama berbulan-bulan dengan mengadakan penyisiran ke arah Selatan. 

Dalam suatu kesempatan mbarang di daerah Prambanan orang yang di cari yaitu Pangeran Narayana berhasil di temukan. 

Ki Mlayakusuma membujuk Pangeran Narayana agar mau kembali ke keraton, tetapi Pangeran Narayana menolaknya dengan alasan ingin tetap tinggal di daerah Klaten

Ki Mlayakusuma kembali ke Keraton dan melaporkan keadaan Pangeran Narayana yang tidak mau kembali ke keraton. 

Oleh Paku Buwono IX, Ki Mlayakusuma di suruh untuk tinggal di daerah Klaten mendampingi Pangeran Narayana.

Selanjutnya Ki Mlayakusuma menetap tinggal di Klaten serta mengajarkan keahlian tari topeng kepada anak cucu secara turun temurun dan kerabat dalang-dalang di Klaten

Sehingga Ki Mlayakusuma di kalangan dalang-dalang pelaku kesenian Topeng Dalang dipercaya sebagai cikal bakal kesenian Topeng Dalang Klaten Keunikan yang terdapat pada Topeng Dalang Klaten ialah mereka yang berperan didalamnya semua adalah dalang, sehingga secara kemampuannya memiliki kemampuan yang sangat luar biasa, karena seorang dalang sangat multi peran, yang artinya dalang bisa memainkan berbagai macam peran dan karakter dan seorang dalang pasti mumpuni dalam bidang olah rasa. 

Keunikan yang lain, Topeng Dalang Klaten itu tidak memiliki gerak yang Mathok atau permanen, jadi gerak setiap orang/pemeran dalam satu tokoh memiliki tafsiran sendiri-sendiri.

Kini, Wayang Topeng Dalang menambah daftar WBTb Kabupaten Klaten.

Sebelumnya telah ada beberapa warisan tak benda lain, baik kuliner maupun tradisi yang telah terdaftar.

Diantaranya payung Juwiring, lurik, tradisi yaa qowiyyu, putaran miring gerabah, wayang, dan kuliner lumpia duleg. (TribunSolo.com/Zharfan Muhana)

Sumber: Tribun Solo
Tags:
Klaten
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved