Pilkada 2024
Survei Elektabilitas Pilkada Sumbar 2024, Mahyeldi-Vasko vs Epyardi-Ekos, Terjawab Paslon Terkuat
Berikut hasil survei elektabilitas terbaru Pilkada Sumatera Barat (Sumbar) 2024: Mahyeldi-Vasko vs Epyardi-Ekos, terjawab paslon terkuat
Editor: Eri Ariyanto
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Berikut hasil survei elektabilitas terbaru Pilkada Sumatera Barat (Sumbar) 2024. Mahyeldi-Vasko Ruseimy vs Epyardi Asda-Ekos Albar, siapa pasangan calon (paslon) terkuat?
Seperti diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Barat menetapkan pasangan Mahyeldi-Vasko Ruseimy dan Epyardi Asda-Ekos Albar sebagai peserta Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar 2024.
Lantas elektabilitas siapa terkuat, Mahyeldi-Vasko Ruseimy atau Epyardi Asda-Ekos Albar?
Baca juga: Survei Elektabilitas 5 Paslon di Pilkada Kota Kupang 2024, Terjawab Penantang Kuat Jefri Riwu-Adinda
Survei terbaru dari Voxpol Center Research and Consulting menunjukkan elektabilitas pasangan Calon Gubernur Sumatera Barat nomor urut 1, Mahyeldi-Vasko Ruseimy mencapai 70,3 persen jika pemilihan dilakukan hari ini.
Sementara itu, elektabilitas pesaing mereka, Epyardi Asda-Ekos Albar hanya memperoleh 16,8 persen.
Sedangkan 13 persen responden menyatakan tidak tahu atau belum menentukan pilihan.
CEO Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago dipantau melalui live streaming youtube di Padang, Selasa menyebutkan popularitas dan elektabilitas Mahyeldi-Vasko linear dengan tingkat keterkenalan dan rasa suka dari responden yang disurvei.
Untuk sosok Mahyeldi, dikenal oleh 88, 8 persen responden dan disukai oleh 78,8 persen responden.
Vasko juga dikenal oleh 61,4 persen dan disukai oleh 53,1 persen responden.
Sementara untuk Epyardi Asda hanya dikenal oleh 51,1 persen responden dan disukai 36,9 persen.
Wakilnya Ekos Albar hanya dikenal 39 persen responden dan disukai oleh 29,0 persen.
Hasil survei mengungkapkan bahwa pemilih di Sumbar cenderung rasional, dengan 63,7 persen memilih berdasarkan kinerja, pengalaman, visi, misi, dan program yang ditawarkan.
Sementara 14,3 persen pemilih mengedepankan faktor sosiologis seperti agama, asal daerah, dan suku, sedangkan 16,3 persen mempertimbangkan faktor psikologis, termasuk karakter dan penampilan fisik.
Pemilih yang rasional itu menurut Pangi membuat politik uang tidak akan efektif di Sumbar.
Apalagi, dari hasil survei, pendapatan masyarakat Sumbar juga sudah cukup tinggi. Hanya sekitar 19,9 persen yang memiliki pendapatan di bawah 700 ribu.
Pangi Syarwi menyebut ditilik dari kestabilan pilihan, 69,8 persen responden menyataan sudah mantap dengan pilihan mereka, namun masih ada 21 persen yang termasuk dalam kategori swing voters. Sisa 9,3 persen responden menyatakan tidak tahu.
Sumber: Antara
| Sosok 2 Pasang Kakak-Adik Sama-Sama Jadi Kepala Daerah di Sulawesi Selatan, Karier Politiknya Moncer |
|
|---|
| Rekam Jejak Constant Karma, Cawagub Baru Pasangan Benhur Tomi Mano, Gantikan Yeremias Bisai |
|
|---|
| Bupati Termuda di Jawa Barat Ini Punya Harta Kekayaan Rp1,4 Miliar di Usia 28 Tahun, Dulu Kerja Apa? |
|
|---|
| Harta Kekayaan Fahmi Muhammad Hanif, Bupati Purbalingga yang Tawari Vokalis Sukatani Jadi Guru Lagi |
|
|---|
| Breaking News! Putusan MK Pilkada Barito Utara, 2 TPS Ini Wajib Pemungutan Suara Ulang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Hasil-survei-di-Pilkada-Sumbar-2024.jpg)