Breaking News:

Pilkada 2024

Profil Sanusi-Latifah, Pemenang Pilkada Malang 2024, Kalahkan Gunawan-Umar, Ini Rekam Jejaknya

Berikut profil Sanusi dan Lathifah Shohib (SaLaf), pemenang Pilkada Malang 2024, kalahkan Gunawan HS dan dokter Umar Usman (GUS).

Editor: Eri Ariyanto
TribunNewsmaker.com/Kompas.com
Berikut profil Sanusi dan Lathifah Shohib (SaLaf), pemenang Pilkada Malang 2024, kalahkan Gunawan HS dan dokter Umar Usman (GUS). 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Berikut profil Sanusi dan Lathifah Shohib (SaLaf), pemenang Pilkada Malang 2024, kalahkan Gunawan HS dan dokter Umar Usman (GUS).

Seperti diketahui, KPU Kabupaten Malang merampungkan rapat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara, Rabu (4/12/2024).

Rekapitulasi tingkat kabupaten ini berlangsung di DPRD Kabupaten Malang. Kegiatan ini selesai hingga pukul 22.05 WIB.

Baca juga: Profil Afif Nurhidayat dan Amir Husein, Pemenang Pilkada Wonosobo 2024, Kalahkan Gus Itab-Sidqi

Hasilnya, Paslon 01 Sanusi dan Lathifah Shohib memperoleh 782.356 suara sah.

Sementara Paslon 02, Gunawan HS dan dokter Umar Usman (GUS) memperoleh 399.144 suara sah.

Profil HM Sanusi-Latifah Shohib

HM Sanusi merupakan calon bupati petahana yang akan mencalonkan diri kembali pada Pilkada 2024 ini untuk periode kedua. Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu adalah Bupati Malang yang ke-20.

Sanusi lahir pada 20 Mei 1960 di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Sanusi mengenyam pendidikan di tanah kelahirannya, tepatnya di MIN Gondanglegi tahun 1969-1974, kemudian melanjutkan ke PGAN Gondanglegi tahun 1974-1977.

Setelah itu, ia melanjutkan sekolah di MAN Gondanglegi pada tahun 1977-1980. Di saat bersamaan, ia juga belajar agama di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1, Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Berikut profil Sanusi dan Lathifah Shohib (SaLaf), pemenang Pilkada Malang 2024, kalahkan Gunawan HS dan dokter Umar Usman (GUS).
Berikut profil Sanusi dan Lathifah Shohib (SaLaf), pemenang Pilkada Malang 2024, kalahkan Gunawan HS dan dokter Umar Usman (GUS). (TribunNewsmaker.com/Kompas.com)

Ketika menjadi seorang santri, ia sudah mempunyai keahlian mengemudi mobil. Kemampuannya itu akhirnya dimanfaatkannya untuk mengabdi kepada kiai di tempatnya menempuh pendidikan agama, yakni sebagai sopir pribadi.

Setamatnya dari MAN dan pondok pesantren, Sanusi melanjutkan pendidikan kejenjang perguruan tinggi di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel pada tahun 1986-1990, dan memgambil progran magister di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Mitra Indonesia Yogyakarta pada tahun 1999-2001.

Sejak muda, Sanusi juga telah aktif di berbagai organisasi. Ia pernah tercatat sebagai sekretaris KUD Gondanglegi, anggota Bagian Dakwah MWC Nahdlatul Ulama (NU) Gondanglegi pada tahun 1991-1994, dan tahun 2002-2005, Sanusi diberi amanah sebagai wakil ketua GP Ansor Kabupaten Malang.

Karir politik Sanusi dimulai masuk menjadi kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada tahun 1999. Pada tahun yang sama, Sanusi ditunjuk sebagai ketua PAC PKB Gondanglegi, hingga mengantarkannya terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Malang, dan menjabat ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Malang pada tahun 1999-2004.

Pada tahun 2001-2011, Sanusi menjabat sebagai ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Kabupaten Malang. Selain itu, tahun 2004-2014 Sanusi diberi amanah sebagai wakil ketua DPRD Kabupaten Malang dari PKB.

Pada Pilkada 2015, Sanusi mencalonkan diri sebagai wakil bupati, mendampingi bupati Malang saat itu, Rendra Kresna. Gayung pun bersambut, mereka berhasil meraih kemenangan dengan perolehan suara 51,63 persen.

Namun, tahun 2018, Rendra Kresna tersandung kasus korupsi. Sehingga Sanusi ditunjuk sebagai Plt Bupati Malang.

Pada tahun 2020, Sanusi berpindah partai dari PKB ke PDI-P. Kemudian, mencalonkan diri sebagai Bupati Malang berpasangan dengan Ketua DPC PDI-P Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto.

Paslon itupun meraih kemenangan dengan perolehan suara 45,51 persen.

Sementara itu, Lathifah Shohib sebagai calon wakil bupati Malang yang mendampingi Sanusi adalah salah satu cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yakni KH. Bisri Syansuri yang telah lama aktif di berbagai organisasi maupun Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Lathifah Shohib lahir di Jombang pada tanggal 9 Desember 1959. Ia anak dari KH Mochammad Shohib Bisri dan Nyai Hj. Nadhiroh Manshur.

Lathifah Shohib dibesarkan di lingkungan Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar, Jombang. Latifah kecil menimba ilmu dilingkungan pondok pesantren milik keluarga besarnya itu, mulai MI Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang, MTs AIN Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang, dan MA AIN Mamba'ul Ma'arif Denanyar.

Setelah itu, ia menempuh pendidikan tinggi di IKIP Malang atau sekarang bernama Universitas Negeri Malang pada tahun 1978-1982.

Lathifah pun juga pernah tercatat sebagai dosen di Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Malang pada tahun 1984-1990.

Pengalam politik Latifah dimulai sejak bergabung dengan PKB sejak tahun 1998. Kemudian pada tahun 2010-2015, Lathifah dipercaya menjadi Ketua DPC PKB Kota Malang, serta pernah menjabat sebagai wakil bendahara DPW PKB Jawa Timur.

Sejak berkiprah di dunia politik, Lathifah pun terbilang kader yang cukup cemerlang. Pada Pemilu 2014, Lathifah berhasil lolos ke Senayan menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur V atau Malang Raya. Kemudian di tahun 2019, Lathifah kembali berhasil menduduki kursi anggota DPR RI. Hanya saja, di pertengahan jalan ia mengundurkan diri karena ikut dalam bursa calon bupati Malang bersama Didik Budi Muljono pada Pilkada Malang 2020.

Namun, Latifah saat itu harus menerima kekalahan dari calon bupati Malang dan wakil bupati Malang, HM Sanusi-Didik Gatot Subroto.

Pada Pilkada 2024 ini, Lathifah yang dulunya menjadi rival HM Sanusi dalam Pilkada 2020, kini menjadi partnernya.

(TribunNewsmaker.com/Kompas.com)

Tags:
Pilkada 2024SanusiLathifah ShohibMalang
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved