Rekam Jejak Keluarga Lukminto Pendiri PT Sritex yang Kini Ditutup Permanen, Dirintis Sejak pada 1966
Rekam jejak keluarga Lukminto, cikal bakal Sritex perusahaan tekstil terbesar se-Asia Tenggara yang akhirnya ditutup permanen.
Editor: Delta Lidina
TRIBUNNEWSMAKER.COM - PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) yang ada di Sukoharjo, Jawa Tengah dinyatalan pailit pada 21 Oktober 2024.
Pada akhirnya Sritex ditutup permanen per Sabtu (1/3/2025).
Sebelumnya, Sritex adalah perusahaan tekstil terbesar se-Asia Tenggara.
Pemilik dari Sritex adalah keluarga Lukminto yang lalu dilanjutkan oleh sang anak.
Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRITEX), Iwan Kurniawan Lukminto (Wawan), mengungkapkan kesedihan mendalam setelah penutupan permanen Sritex tersebut.
Apalagi dengan adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada karyawannya.
"Kondisi terkini sekarang menjadi hari terakhir kita berada di sini (Sritex). Kami sangat berduka sekali karena ini adalah momentum yang historical."
"Di mana 58 tahun kita bisa berkarya dan sangat sedih sekali berpisah semuanya," terang Wawan, Jumat (28/2/2025).
Sebelumnya raksasa tekstil Sritex resmi dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri (PN) Niaga Semarang.
Keputusan Sritex pailit itu berdasarkan putusan perkara dengan nomor 2/Pdt.Sus- Homologasi/2024/PN Niaga Smg oleh Hakim Ketua Moch Ansor padai Senin 21 Oktober Perusahaan yang berbasis di Sukoharjo ini digugat pailit oleh vendornya PT Indo Bharta Rayon karena polemik utang yang belum terbayarkan.
Sritex bersama perusahaan afiliasinya, PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries, dan PT Primayudha Mandirijaya dianggap telah lalai dalam memenuhi kewajiban pembayaran kewajiban kepada PT Indo Bharat Rayon, selaku pemohon.
Lantas, siapakah pemilik PT Sritex?
Sebagai informasi, Sritex asal Sukoharjo, Jawa Tengah ini telah menjadi perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara yang memasok seragam militer untuk 35 negara, mulai dari Eropa, Asia, hingga Timur Tengah.
Sritex lahir dari kerja kerja keras H.M Lukminto, pada 1966.'
Baca juga: Ribuan Karyawan Sritex Ucapkan Selamat Tinggal dengan Tangis dan Kenangan
Kala itu Lukminto melabeli Sritex sebagai perusahaan perdagangan tradisional di Pasar Klewer, Solo, Jawa Tengah, dikutip dari sritex.co.id.
Sumber: Sriwijaya Post
| Lepas 355 Calon Haji Kloter 63 Sukoharjo, Bupati Etik Bekali Jaket Merah hingga Makanan Kering |
|
|---|
| 6.700 Anak di Bandung Ternyata Belum Imunisasi, Walikota Muhammad Farhan: Masuk Kategori 'Zero Dose' |
|
|---|
| Warga Bandung Jabar Digegerkan Penemuan Bayi Perempuan di Sungai Citepus: Kondisinya Sudah Meninggal |
|
|---|
| Kisah Sedih Kiky Saputri saat Masih Hidup Melarat, Kini Sukses Putus Rantai Kemiskinan di Keluarga |
|
|---|
| Nasib SPPG Tembok Dukuh Surabaya Jatim Usai 200 Siswa Keracunan MBG, Operasional Ditutup Sementara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Wawan-Setiawan-Lukminto-saat-berpidato-di-hadapan-ribuan-karyawannya-Sritex.jpg)