Breaking News:

Rekam Jejak Keluarga Lukminto Pendiri PT Sritex yang Kini Ditutup Permanen, Dirintis Sejak pada 1966

Rekam jejak keluarga Lukminto, cikal bakal Sritex perusahaan tekstil terbesar se-Asia Tenggara yang akhirnya ditutup permanen.

Tayang:
Editor: Delta Lidina
Kompas.com/Romensy Augustino
SRITEX DITUTUP PERMANEN - Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex, Wawan Setiawan Lukminto saat berpidato di hadapan ribuan karyawannya, Jumat (28/2). Akibat dinyatakan pailit, sebanyak 8.746 pekerja terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). 

Sritex pailit karena harus menanggung utang pokok plus bunga yang besar, sementara pendapatannya seret. 

Jika dirinci, utang jumbo yang ditanggung Sritex ini meliputi utang jangka pendek sebesar 131,41 juta dollar AS, dan utang jangka panjang 1,46 miliar dollar AS.

Untuk utang jangka panjang, porsi terbesar adalah utang bank yang mencapai 809,99 juta dollar AS, lalu disusul utang obligasi sebesar 375 juta dollar AS.

Kondisi keuangan Sritex semakin terpuruk, lantaran utang yang menumpuk ditambah dengan penjualan perusahaan yang lesu, mengutip Kompas.com. 

Masih merujuk pada laporan keuangan terbarunya, perusahaan hanya bisa mencatatkan penjualan sebesar 131,729 juta dollar AS pada semester I 2024, turun dibandingkan periode yang sama pada 2023 yakni 166,9 juta dollar AS.

PERPISAHAN KARYAWAN SRITEX - Pandangan hari terakhir karyawan Sritex di hari Jumat (28/02) karena PHK massal. Perpisahan yang membuat haru dan kenangan bersama pimpinan Sritex.
PERPISAHAN KARYAWAN SRITEX - Pandangan hari terakhir karyawan Sritex di hari Jumat (28/02) karena PHK massal. Perpisahan yang membuat haru dan kenangan bersama pimpinan Sritex. (Tangkapan Layar YouTube Tribunnews)

Di sisi lain, beban penjualannya lebih besar yakni 150,24 juta dollar AS.

Artinya, uang yang masuk dari penjualan tekstil tak mampu menutupi ongkos produksinya.

Kerugian Sritex juga tercatat hingga triliunan.

Pada 2023, Sritex juga menderita kerugian sangat besar yaitu 174,84 juta dollar AS atau sekitar Rp 2,73 triliun.

Lantas sepanjang semester pertama 2024, Sritex praktis mencatat rugi sebesar 25,73 juta dollar AS atau setara dengan Rp 402,66 miliar. 

Satu hari sebelum PT Sritex resmi ditutup permanen pemilik PT Sritex menyempatkan waktu bertemu dengan ribuan buruh, dilansir Tribunsolo.com.

Tangis Wawan pun pecah saat berhadapan dengan ribuan buruh.

Lagu Kenangan Terindah menjadi lagu perpisahan seluruh buruh sritex dan pemilik Sritex.

"Sangat sulit bagi saya bertemu dengan kalian semuanya, tidak kuat hati saya," kata Wawan di depan ribuan buruh, Jumat (28/2/2025).

Isak tangis ribuan buruh pun semakin pecah saat lagu kenangan terindah dikumandangkan di pertemuan itu. (TribunNewsmaker/SriwijayaPost)

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 3/3
Tags:
SritexLukminto
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved