Tempat Wisata
Curug Seelok Ini Cuma Sejam dari Temanggung, Namanya Diambil dari Pengikut Setia Pangeran Diponegoro
Inilah wisata air yang menawan di Temanggung, Jawa Tengah. Jaraknya sekitar 28,4 kilometer atau sekira 57 menit dari Alun-alun Temanggung.
Editor: Febriana
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kabupaten Temanggung ternyata memiliki wisata alam yang tak bisa disepelekan.
Salah satunya berupa curug yang berada di Kecamatan Wonoboyo berikut ini. Wisatawan akan dimanjakan oleh pemandangan yang sejuk.
Ditinjau dari Google Maps, jaraknya sekitar 28,4 kilometer atau sekira 57 menit dari Alun-alun Temanggung.
Ya, itulah Curug Surodipo. Selain memiliki panorama yang ciamik, curug tersebut juga mempunyai sejarah yang tak kalah menarik.
Sebab, pemberian nama tempat wisata berkaitan dengan Pangeran Diponegoro dan pengikut setianya.
"Beliau anak buahnya (Pangeran Diponegoro). Beliau yang juga bangsawan dari Keraton Jogja pernah tinggal di sini dan namanya Surodipo," kata Ketua Pokdarwis Desa Tawangsari dan salah satu anggota pengelola Obyek Wisata Curug Surodipo, Danang SN, kepada Kompas.com, Senin (8/3/2021).
Dia melanjutkan, Surodipo sempat berpindah-pindah tempat sebelum akhirnya tinggal di Desa Batur yang lokasinya dekat daerah Sungai Trocoh atau di bawah Curug Surodipo.
Lambat laun, Surodipo makin kaya dan desa semakin makmur. Kendati demikian, pada saat itu desa dihadang bencana banjir yang menghanyutkan permukiman warga.
"Dari masyarakat yang tersisa, mereka pindah ke bukit yang sekarang jadi Desa Tawangsari. Kenapa namanya Curug Surodipo? Untuk mengenang jasanya, air terjun ini dinamakan Surodipo," jelas Danang.
Mengutip situs resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung, Surodipo adalah seorang pengikut setia Pangeran Diponegoro dan dipercaya menjadi panglima perang saat melawan Belanda pada 1825-1830.
Saat Surodipo pindah ke Desa Tawangsari, dia membangun benteng pertahanan di sana. Bahkan, Pangeran Diponegoro pun sempat berkunjung ke sana.
Baca juga: Cuma 45 Menit dari Temanggung, Ada Wisata Air Secantik Ini, Bisa Camping dengan View Gunung Sindoro

Adapun, Pangeran Diponegoro berkunjung guna mengumpulkan para panglima perang dan pengikutnya untuk menyusun siasat perang gerilya yang melegenda.
"Kalau ke air terjun nomor lima, ada batu-batu bertumpuk mirip breksi sepanjang 200 meter. Saat perang zaman Belanda, batu itu dibuat untuk berlindung oleh masyarakat setempat dari serangan," ungkap Danang.
Meski diberi nama Curug Surodipo sebagai penghormatan akan jasa Surodipo, tempat wisata ini juga dikenal sebagai Curug Trocoh.
Dalam Bahasa Jawa, “trocoh” memiliki arti “selalu mengeluarkan air”.