Wisata Lebaran 2025
Roti Legendaris Ini Ternyata Berasal dari Klaten Jawa Tengah, Bisa Buat Oleh-oleh Saat Lebaran 2025
Inilah roti legendaris yang ternyata berasal dari Klaten Jawa Tengah, bisa buat oleh-oleh saat Lebaran 2025.
Penulis: Listusista Anggeng Rasmi
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
Setelah beberapa waktu berjalan, banyak rumah usaha yang sudah berhenti membuat kembang jambu karena tidak ada yang meneruskan.
Namun, masih ada beberapa yang memproduksi kembang jambu hingga sekarang, termasuk miliknya.
"Untuk saat ini UMKM yang membuat kembang jambu di sini tinggal sedikit, hanya lima yang masih dan sini yang paling besar," ucap Heru.
Setiap harinya ketika produksi, adonan kembang jambu dibuat waktu pagi hari sehabis subuh.
Adonan terdiri dari tepung terigu dan telur, dan setiap harinya ia membuat adonan sebanyak 100 kilo.
Dengan takaran satu kilogram telur untuk satu kilogram terigu.
Baca juga: 5 Tempat Wisata Seru di Dekat Candramaya Pool and Resort Klaten, Bisa Kunjungi Beragam Umbul Ini
"Jadi pagi nya kita membuat adonan dari tepung terigu dan telur, dicampur hingga rata dan selanjutnya adonan didiamkan beberapa waktu sebelum diolah lagi," ujar Heru.
Kemudian sekitar pukul 06.00, ada lima orang yang membantu datang, lalu mencetak adonan tersebut.
Proses pembuatan masih menggunakan tangan, adonan di tipiskan dengan cara digilas, lalu adonan dicetak menggunakan cetakan.
Menggoreng pun masih menggunakan kayu bakar, karena jika menggunakan gas adonan kurang mengembang.
"Saat ini kalo menggoreng masih menggunakan kayu bakar, soalnya pernah pakai gas adonan nya tidak mengembang sempurna," ucap Heru.
Kembang jambu yang sudah digoreng lalu di tiriskan, dan kemdian dipasarkan.
Dirinya juga memiliki varian yang manis, dimana adonan kembang waru diolah lagi dengan gula cair yang dipanaskan.
Kemudian, kembang waru dipasarkan oleh Heru ke Pasar- pasar di wilayah Klaten dengan harga yang cukup terjangkau.
"Kita jual perkilo nya Rp. 50 ribu untuk yang manis, dan 45 yang original," kata nya.
Saat ini usaha kembang jambu tersebut per bulannya beromzet sekitar Rp. 6 juta bersih.
(TribunNewsmaker.com/ Listusista /Talitha)