Breaking News:

Program 100 Hari Kerja

Program 100 Hari Kerja Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Terapkan Aturan untuk OPD

Inilah program 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Delta LP
Newsmaker Kolase/Wikipedia
100 HARI KERJA - Inilah program 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Inilah program 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath.

Diketahui, Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath langsung menerapkan visi misi dan program-program kerjanya.

Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath telah dilantik oleh Presiden Prabowo pada 20 Februari 2025 lalu.

Pada program 100 hari kerjanya, Hendrik Lewerissa mulai rapi-rapi di awal masa pemerintahannya.

Dia mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Hendrik Lewerissa, menegaskan bahwa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Provinsi Maluku tidak diperbolehkan memiliki visi dan misi sendiri yang terpisah dari pemerintah provinsi. 

Hal ini disampikan dalam apel perdana, dihadiri ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non ASN di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, yang berlangsung di Auditorium Universitas Pattimura Ambon, Rabu (5/3/2025).

“Tak ada visi misi OPD, yang ada hanyalah visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku,” ujar Gubernur Maluku dengan tegas didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Abdullah Vanath

Menurutnya, semua jajaran OPD harus memahami dan menerjemahkan visi dan misi dari pemerintah provinsi dalam setiap pekerjaan pemerintahan dan pembangunan daerah.  

Hal ini tak hanya menjadi tugas pemerintah daerah dalam pencapaian visi dan misi, melainkan tanggung jawab semua elemen pemerintah, termaksud ASN dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). 

“Karena itu, saya minta bapak ibu pimpinan dan jajaran OPD untuk membaca dan memahami dengan seksama, kemudian menerjemahkan visi misi itu dalam kerja-kerja pemerintahan dan pembangunan daerah. Kami punya dua tangan yang akan mewujudkan visi misi, yaitu tangan yang satu adalah aparatur sipil negara dan yang lain adalah badan usaha milik daerah,” jelas Lewerissa. 

Lebih lanjut, dengan keterbatasan anggaran, maka Ia meminta agar setiap program atau kegiatan yang dijalankan harus benar-benar prioritas dan selaras dengan visi misi Pemprov, untuk memastikan sinergi yang baik antar program dan sasaran kerja yang tepat, demi kemajuan Provinsi Maluku kedepannya. 

Baca juga: Profil Hendrik Lewerissa, Punya 7 Tanah dan 6 Kendaraan tapi Jadi Gubernur Termiskin se-Indonesia

“Kita tau keuangan daerah sangat terbatas, maka kita harus melaksanakan program dan kegiatan yang benar-benar prioritas,” katanya. 

Juga dipastikan program yang dilaksanakan di daerah harus selaras dengan program-program yang telah ditetapkan dan selaras dengan pemerintah pusat. 

"Ke depan semua program harus diarahkan untuk pencapaian visi dan misi. Tidak boleh ada lagi program yang tidak jelas, tidak relevan, dengan upaya untuk kesejahteraan rakyat dan memajukan Maluku. Pastikan setiap program yang kita lakukan di daerah harus sejalan dengan program pemerintah pusat,” pintanya.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Tags:
Hendrik LewerissaAbdullah VanathMaluku
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved