Breaking News:

Skandal Dokter Bandung

Disebut Sudah Damai, Korban Cabut Laporan Dokter PPDS yang Merudapaksanya di RSHS, Hukum Tetap Jalan

Dokter PPDS disebut sudah damai dengan korban rudapaksa di RSHS Bandung, laporan dicabut, bagaimana dengan proses hukumnya?

Editor: ninda iswara
TribunJabar/ Muhammad Nandri | Istimewa
DOKTER LAKUKAN RUDAPAKSA - (kiri) Tersangka pencabulan terhadap salah seorang keluarga pasien RS Hasan Sadikin Bandung, Priguna Anugerah (31) akhirnya ditampilkan oleh Ditreskrimum Polda Jabar, Rabu (9/4/2025). (kanan Ilustrasi) Korban rudapaksa. Dokter PPDS disebut sudah damai dengan korban rudapaksa di RSHS Bandung, laporan dicabut, bagaimana dengan proses hukumnya? 

"Pencabutan itu terjadi 23 Maret 2025," ujar Ferdy.

Priguna Diduga Mengidap Kelainan Seksual Somnophilia

Dalam perkembangan lain, pihak kepolisian menyebut bahwa Priguna diduga mengidap gangguan seksual yang dikenal dengan nama somnophilia, yaitu hasrat seksual terhadap orang yang sedang tidak sadar atau tertidur.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar, Kombes Surawan, yang menjelaskan kronologi kejadian dari sisi penyelidikan kepolisian.

"Tersangka ini meminta korban FH untuk diambil darah dan membawa korban dari ruang IGD ke Gedung MCHC lantai 7 RSHS."

"Korban sempat merasakan pusing dari cairan yang disuntikkan pelaku, dan selepas siuman korban merasakan sakit pada bagian tertentu," ungkap Surawan, dikutip dari TribunJabar.id, Rabu (9/4/2025).

Sebelumnya, korban melaporkan bahwa dirinya merasa tidak sadarkan diri usai menerima suntikan cairan bening melalui infus. Ketika tersadar beberapa jam kemudian, ia merasakan nyeri pada area vital.

Setelah menjalani visum, hasilnya menunjukkan adanya cairan sperma di alat vital korban yang saat itu berusia 21 tahun.

(TribunNewsmaker/Tribunnews)

Sumber: Tribunnews.com
Tags:
Priguna Anugerah PratamaRSHSBandung
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved