Breaking News:

Program 100 Hari Kerja

Program 100 Hari Kerja Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, Perbaikan Jalan Meski Anggaran Terbatas

Inilah program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung, Jawa Timur, Gatut Sunu Wibowo dan Ahmad Baharudin.

Editor: Delta LP
Newsmaker Kolase/Wikipedia
100 HARI KERJA - Inilah program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung, Jawa Timur, Gatut Sunu Wibowo dan Ahmad Baharudin. 

Sebab dengan anggaran yang sangat terbatas, rencana perbaikan infrastruktur yang sudah disusun harus dibuatkan skala prioritas.

Sebelumnya Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) melakukan penghematan Rp 20 miliar dari perjalanan dinas.

Perjalanan dinas yang dipangkas bukan hanya dari Pemkab, namun juga dari DPRD Tulungagung masing-masing Rp 10 miliar.

100 HARI KERJA - Alat berat meratakan jalan alternatif jalur Kecamatan Karangrejo-Sendang di Dusun Mojogitik, Desa Gedangan, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur yang rusak karena longsor pada (Sabtu (1/2/2025) silam. Perbaikan infrastruktur menjadi salah satu program unggulan bupati Tulungagung yang baru, Gatut Sunu Wibowo bersama wakilnya, Ahmad Baharudin.
100 HARI KERJA - Alat berat meratakan jalan alternatif jalur Kecamatan Karangrejo-Sendang di Dusun Mojogitik, Desa Gedangan, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur yang rusak karena longsor pada (Sabtu (1/2/2025) silam. Perbaikan infrastruktur menjadi salah satu program unggulan bupati Tulungagung yang baru, Gatut Sunu Wibowo bersama wakilnya, Ahmad Baharudin. (Surya/David Yohanes)

Selain itu BPKAD menargetkan ada tambahan Rp 10 miliar dari penambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Tambahan anggaran ini sebelumnya diplot untuk infrastruktur, sesuai prioritas bupati dan wakil bupati baru.

Sementara total anggaran di Pemkab Tulungagung yang akan dihemat mencapai Rp 52,3 miliar.

Targetkan Sektor Parkir Sumbang PAD

Pemangkasan transfer dana dari pusat berimbas pada keterbatasan kekuatan anggaran di daerah. Pemkab Tulungagung pun harus memaksimalkan pendapatan dari sektor lain, salah satunya retribusi parkir dan pariwisata.

Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo pun mengungkapkan akan menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai salah satu solusi keterbatasan fiskal tahun 2025 ini. Sektor parkir dan pariwisata menjadi bidang yang akan dioptimalisasi untuk menambah PAD.

Hal ini disampaikan Bupati Gatut saat apel besar ASN pertama setelah pelantikan, Senin (3/3/3035) di halaman Kantor Pemkab Tulungagung.

“Faktanya memang seperti itu (PAD) rendah. Kita bersama akan mengawal itu,” ucap Gatut didampingi Wakil Bupati, Ahmad Baharudin. 

Baca juga: Perjalanan Karier Ahmad Baharudin Wabup Tulungagung yang Dilantik Prabowo, Sempat Jadi Pengurus PSSI

Gatut melanjutkan, anggaran memang terbatas karena dampak upaya penghematan. Namun kondisi ini tidak boleh menjadi alasan menurunkan pelayanan ke masyarakat.

Karena itu kegiatan seremonial harus dikurangi dan yang tidak berdampak pada masyarakat harus dipangkas. 

“Makanya PAD harus ditingkatkan. PAD harus menggambarkan realitas potensi pendapatan di daerah, jangan ada yang hilang,” tegasnya. 

Diakui Gatut  sektor parkir yang paling banyak mengalami penyusutan anggaran. Sektor ini sebelumnya bisa menyumbang sekitar Rp 9 miliar ke kas daerah Pemkab Tulungagung

Sumber: Surya
Halaman 2/3
Tags:
Gatut Sunu WibowoAhmad BaharudinTulungagung
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved