Breaking News:

Program 100 Hari Kerja

Program 100 Hari Kerja Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, Perbaikan Jalan Meski Anggaran Terbatas

Inilah program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung, Jawa Timur, Gatut Sunu Wibowo dan Ahmad Baharudin.

Editor: Delta LP
Newsmaker Kolase/Wikipedia
100 HARI KERJA - Inilah program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung, Jawa Timur, Gatut Sunu Wibowo dan Ahmad Baharudin. 

Namun setelah dihapusnya parkir berlangganan, pendapatan dari sektor ini turun drastis. Dari target Rp 1,5 miliar pendapatan sektor parkir, hanya tercapai Rp 800 juta.

100 HARI KERJA - Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo (bertopi, tengah) berdiskusi bersama Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin dan Sekda Tri Hariadi setelah apel akbar ASN pertama setelah pelantikan, Senin (3/3/2025) pagi. Bupati menekankan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir.
100 HARI KERJA - Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo (bertopi, tengah) berdiskusi bersama Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin dan Sekda Tri Hariadi setelah apel akbar ASN pertama setelah pelantikan, Senin (3/3/2025) pagi. Bupati menekankan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir. (Surya/David Yohanes)

Dengan fakta ini, Pemkab Tulungagung akan kembali menjajaki sistem lama dengan tanpa menabrak aturan. 

Jika undang-undang membolehkan memberlakukan parkir berlangganan, maka sistem akan dikembalikan seperti sebelumnya. 

“Karena kita butuh PAD yang sangat banyak, dengan catatan tidak melanggar aturan ya. Nanti kami komunikasikan, kita kaji bersama-sama, mungkin tidak diberlakukan  lagi,” paparnya.

Ketika sistem parkir berlangganan ini bisa diterapkan, kadang masih ada masalah dalam pelaksanaannya. Kendaraan yang sudah membayar parkir berlangganan masih ditarik lagi oleh juru parkir.

Menurut Gatut, semua akan dicarikan solusi untuk mendapatkan kebijakan yang terbaik. “Yang penting semua bersikap terbuka. Memang tidak bisa langsung diubah, jadi tolong selalu dikontrol,” ujar Gatut.

Gatut Sunu mengungkap data tahun 2023, pendapatan sektor parkir sebesar Rp 9 miliar. Potensi pendapatan ini seharusnya bisa dimaksimalkan karena setiap tahun kendaraan bermotor di Tulungagung bertambah banyak.

Harapannya optimalisasi ini bisa mendapatkan PAD Rp 10 miliar hingga Rp 12 miliar.  Pantauan di lapangan, saat ini banyak tempat parkir di tepi jalan (on street parking) di Tulungagung justru dikuasai tukang parkir liar.

Mereka warga biasa, bukan petugas dari Dinas Perhubungan yang memungut uang parkir dari warga. Akibatnya uang parkir yang dibayarkan warga masuk ke kantong pribadi, tidak masuk ke kas  daerah. (TribunNewsmaker/TribunJatim/Surya)

Sumber: Surya
Halaman 3/3
Tags:
Gatut Sunu WibowoAhmad BaharudinTulungagung
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved