Breaking News:

Dedi Mulyadi

Syaratkan Penerima Bansos Dimandulkan Dulu, Dedi Mulyadi Dikecam MUI: Gak Usah Daftar Bansos!

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terima kecaman keras MUI gegara syaratkan suami penerima Bansos harus dimandulkan dulu, KH Cholil Nafis: Gak usah!

Tayang: | Diperbarui:
Tribun Jateng
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terima kecaman keras MUI gegara syaratkan suami penerima Bansos harus dimandulkan dulu, KH Cholil Nafis: Kalau syaratnya vasektomi, nggak usah Bansos! 

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terima kecaman keras MUI gegara syaratkan suami penerima Bansos harus dimandulkan dulu, KH Cholil Nafis: Kalau syaratnya vasektomi, nggak usah Bansos!

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis, mengecam keras wacana Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mewajibkan vasektomi sebagai syarat utama bagi penerima bantuan sosial (bansos).

Ia menilai wacana tersebut bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam.

“Islam melarang pemandulan permanen. Yang dibolehkan mengatur jarak kelahiran. Pertumbuhan penduduk kita stabil dan malah cenderung minus,” tulis Kiai Cholil melalui akun media sosial X pada Jumat (2/5/2025), dikutip Warta Kota.

Ketua MUI KH Cholil Nafis
Ketua MUI KH Cholil Nafis (Tribunjateng/ dok)

Alternatif Penanggulangan Kemiskinan
Kiai Cholil menilai bahwa cara terbaik mengatasi kemiskinan bukan dengan membatasi kelahiran secara paksa, tetapi melalui penciptaan lapangan pekerjaan.

“Menghentikan kemiskinan itu dengan membuka lapangan kerja, bukan menyetop orang miskin lahir. Inilah pentingnya dana sosial,” lanjutnya.

Ia juga mengimbau umat Muslim agar tidak mengikuti program bansos jika syaratnya bertentangan dengan prinsip agama.

“Saya sarankan kepada yang Muslim, kalau syarat ambil bansos adalah vasektomi maka tak usah daftar bansos. Insya Allah saudara-saudara ada jalan lain rezekinya,” tegasnya.

Dedi Mulyadi: Bansos Harus Tepat Sasaran
Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa kebijakan tersebut bertujuan untuk menekan laju pertumbuhan penduduk dan mengurangi angka kemiskinan di Jawa Barat.

Ia mengaku prihatin dengan banyaknya keluarga miskin yang terus menerima bantuan karena memiliki banyak anak.

“Seluruh bantuan pemerintah nanti akan diintegrasikan dengan Keluarga Berencana. Jangan sampai... negara menjamin keluarga itu-itu juga,” ujar Dedi, dikutip dari kanal YouTube KompasTV, Rabu (30/4/2025).

Bahkan, ia menyoroti biaya tinggi yang dikeluarkan pemerintah untuk proses persalinan, terutama melalui operasi caesar, yang bisa mencapai Rp25 juta.

“Makanya, berhentilah bikin anak kalau tidak sanggup menafkahi,” ujarnya.

Insentif untuk Vasektomi
Dedi Mulyadi juga menyebut, Pemprov Jabar akan memberikan insentif sebesar Rp500 ribu bagi suami yang bersedia menjalani vasektomi.

Selain itu, desa-desa yang berhasil menekan angka kelahiran melalui program KB akan mendapat hadiah stimulus pembangunan senilai Rp10 miliar.

Halaman 1/2
Tags:
Dedi MulyadibansosCholil NafisMUI
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved