Breaking News:

Ijazah Jokowi

Reza Indragiri Heran, Rismon Sianipar Belum Pernah Pegang Ijazah Jokowi Tapi Bisa Simpulkan Palsu

Ahli psikologi forensik Reza Indragiri mengungkap keheranannya dengan cara Rismon Sianipar meneliti ijazah Jokowi.

Tayang:
Editor: galuh palupi
Capture YouTube Tribun Solo
POLEMIK IJAZAH JOKOWI - Capture YouTube Tribun Solo menampilkan sosok Rismon Sianipar. Reza Indragiri heran Rismon belum pernah pegang fisik ijazah Jokowi, tapi bisa simpulkan palsu 

"Misalnya ijazah terus difoto kemudian dianalisis dan itu membuktikan bahwa ini palsu atau tidak," tambah Josua.

Baca juga: Serangan Balik Jokowi untuk Roy Suryo, Rismon, Tifa Setelah Ijazah Terbukti Asli, Tiada Ruang Damai

Menurutnya foto tersebut hanya bisa digunakan sebagai petunjuk.

"Foto yang bisa kita gunakan hanya untuk melihat petunjuk siapa yang mengeluarkan ijazah tersebut, tanggal berapa, siapa yang tandatangan, ada capnya atau tidak. Nanti bisa dibandingkan ijazah Jokowi atau Rismon misalkan. Ijazah Rismon sama gak dengan. Kita gak bisa melakukan analisis yang berbau digital forensik karena dokumennya," kata Josua.

Tidak percaya Puslabfor Polri

POLEMIK IJAZAH JOKOWI: Tangkapan layar momen Ahli Digital Forensik Rismon Sianipar menertawakan hasil analisa Bareskrim soal ijazah Jokowi dan keasliannya. Rismon pun mengurai tiga kejanggalan dalam analisa tersebut, disadur pada Jumat (23/5/2025).
POLEMIK IJAZAH JOKOWI: Tangkapan layar momen Ahli Digital Forensik Rismon Sianipar menertawakan hasil analisa Bareskrim soal ijazah Jokowi dan keasliannya. Rismon pun mengurai tiga kejanggalan dalam analisa tersebut, disadur pada Jumat (23/5/2025). (kolase Kompas TV dan Youtube Refly Harun)

Rismon Sianipar mengaku tidak percaya pada hasil analisa Pusat Laboratorium Forensik terkait ijazah Jokowi.

Karena rekam jejak di 4 kasus membuat Rismon Sianipar tak percaya Puslabfor soal ijazah Jokowi dari Bareskrim Polri.

Rismon pun mengurai empat alasan kenapa ia tidak memercayai Puslabfor.

Yakni karena Rismon melihat rekam jejak buruk dari institusi tersebut.

Jejak pertama yang disorot Rismon adalah saat polisi menangani kasus Vina Cirebon.

"Kasus Vina Cirebon, ekstraksi SMS 22:14:10, tidak mereka pakai tuh dalam reka adegan. Yang diduga terjadi pemerkosan dan pembunuhan 21.30 sampai 22.30.

Bayangkan kalau masih ada ekstraksi SMS dalam periode waktu yang ditentukan, kalau itu dipakai dalam reka adegan oleh polisi, apa yang terjadi? bubar skenario itu, itu produk polisi," ujar Rismon dalam tayangan Youtube Forum Keadilan TV.

Kasus kedua adalah soal hasil analisa Puslabfor terhadap kasus Jessica Kumala Wongso.

Baca juga: Polemik Ijazah Jokowi Memanas, Teman Kuliah Ungkap Momen Wisuda, Skakmat Rismon Sianipar: Tanya UGM

Rismon bahkan menyebut Bareskrim Polri sebagai penipu.

"(Kasus) Jessica (Kumala Wongso) menggunakan ired soft software gratisan dan berbohong mengatakan itu software yang tersedia di DVR. Padahal itu Linux operating system, itu produk Laboratorium Komputer Forensik, Bareskrim Polri itu penipu, itu cacat," imbuh Rismon.

Berikutnya, jejak buruk soal analisa Puslabfor yang diungkap Rismon adalah terkait kasus kematian anggota FPI di KM 50 tahun 2020 lalu.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Tags:
Rismon SianiparReza IndragiriJokowi
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved