Iran vs Israel
'Perang Dimulai' Respon Iran Setelah Serangan AS, 4 Skenario Ini Mungkin Terjadi, Pertempuran Total?
Amerika Serikat akhirnya bergabung dengan Israel dan menyerang Iran dengan menargetkan tiga fasilitas nuklir pada Sabtu (21/6/2025).
Editor: galuh palupi
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Amerika Serikat akhirnya bergabung dengan Israel dan menyerang Iran dengan menargetkan tiga fasilitas nuklir pada Sabtu (21/6/2025).
Ketiga fasilitas nuklir yang jadi target serangan AS adalah Isfahan, Natanz, dan Fordow.
Cabang militer utama Teheran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) merespons serangan AS di tiga situs nuklirnya sebagai tanda peperangan dimulai.
"Perang dimulai sekarang juga," kata mereka, dikutip dari Euro News.
IRGC menyebut, serangan AS kali ini meningkatkan konflik antara Iran dan Israel menjadi perang besar-besaran di Timur Tengah.
Lantas apa yang bakal terjadi setelah serangan AS terhadap Iran? ini empat skenario yang mungkin akan terjadi:
Baca juga: 3 Sinyal AS Serang Situs Nuklir Iran, Amankan Pesawat & Operasi Gurun, Trumpi Geser Monster Laut
1. Pertempuran total
Meskipun Iran sudah menanggapi serangan Israel dengan rudal dan ancaman, Teheran sejauh ini masih menahan diri dari menyerang pasukan atau pangkalan AS di Timur Tengah.
Iran juga tidak menyerang negara-negara Arab yang bersekutu dengan AS, seperti Arab Saudi atau Uni Emirat Arab (UEA).
Iran juga tidak menyebabkan harga minyak global melonjak dengan menutup atau mengganggu lalu lintas di Selat Hormuz, saluran pengiriman minyak vital di selatan Iran.
Namun, pada Jumat (20/6/2025), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa jika AS memilih untuk menyerang Iran, negara tersebut berhak untuk membalas, seperti yang telah dilakukannya terhadap Israel.
"Ketika ada perang, kedua belah pihak saling menyerang. Itu cukup dapat dimengerti. Dan hak untuk membela diri adalah hak yang sah bagi setiap negara," katanya dalam wawancara dengan NBC News.
Jika itu terjadi, perang atau pertempuran total di wilayah tersebut bisa saja terjadi.
Kelompok milisi sekutu Iran di Timur Tengah, termasuk Houthi di Yaman, Hizbullah di Lebanon, dan kelompok bersenjata di Irak, bisa terlibat dalam pertempuran.
Meskipun banyak di antaranya telah melemah secara serius dalam dua tahun terakhir, sekutu-sekutu Iran tersebut masih dapat ikut serta dalam perang.
Sumber: Kompas.com
| Detik-detik Iran Tangkap Kapal Israel di Selat Hormuz: Hentikan Dua Kapal yang Melanggar |
|
|---|
| Detik-detik Iran Hentikan Kapal Milik Israel di Selat Hormuz, Sempat Memanas, Disebut Melanggar |
|
|---|
| Perang Iran-AS Mereda Usai Gencatan Senjata, Israel Justru Serang Ibu Kota Lebanon, 254 Orang Tewas |
|
|---|
| Iran Mendadak Tutup Lagi Selat Hormuz Usai Israel Gempur Lebanon, Dunia Diambang Krisis Energi! |
|
|---|
| Ribuan Nyawa Melayang! Serangan Israel Tewaskan 3.134 Orang di Iran, 1.001 di Lebanon |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Ini-4-skenario-yang-mungkin-terjadi-setelah-AS-serang-Iran.jpg)