Breaking News:

Iran vs Israel

'Perang Dimulai' Respon Iran Setelah Serangan AS, 4 Skenario Ini Mungkin Terjadi, Pertempuran Total?

Amerika Serikat akhirnya bergabung dengan Israel dan menyerang Iran dengan menargetkan tiga fasilitas nuklir pada Sabtu (21/6/2025).

|
Editor: galuh palupi
Capture YouTube Tribun Jogja
KONFLIK IRAN-ISRAEL - Capture YouTube Tribun Jogja menampilkan konflik Iran dan Israel. Ini 4 skenario yang mungkin terjadi setelah AS serang Iran 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Amerika Serikat akhirnya bergabung dengan Israel dan menyerang Iran dengan menargetkan tiga fasilitas nuklir pada Sabtu (21/6/2025).

Ketiga fasilitas nuklir yang jadi target serangan AS adalah Isfahan, Natanz, dan Fordow.

Cabang militer utama Teheran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) merespons serangan AS di tiga situs nuklirnya sebagai tanda peperangan dimulai. 

"Perang dimulai sekarang juga," kata mereka, dikutip dari Euro News.

IRGC menyebut, serangan AS kali ini meningkatkan konflik antara Iran dan Israel menjadi perang besar-besaran di Timur Tengah.

Lantas apa yang bakal terjadi setelah serangan AS terhadap Iran? ini empat skenario yang mungkin akan terjadi:

Baca juga: 3 Sinyal AS Serang Situs Nuklir Iran, Amankan Pesawat & Operasi Gurun, Trumpi Geser Monster Laut

SERANGAN AS KE IRAN - Ini tiga sinyal serangan Amerika ke situs nuklir Iran, Trumpi geser 'Monster Laut', operasi gurun hingga amankan pesawat.
SERANGAN AS KE IRAN - Ini tiga sinyal serangan Amerika ke situs nuklir Iran, Trumpi geser 'Monster Laut', operasi gurun hingga amankan pesawat. (YouTube Tribunnews)

1. Pertempuran total 

Meskipun Iran sudah menanggapi serangan Israel dengan rudal dan ancaman, Teheran sejauh ini masih menahan diri dari menyerang pasukan atau pangkalan AS di Timur Tengah.  

Iran juga tidak menyerang negara-negara Arab yang bersekutu dengan AS, seperti Arab Saudi atau Uni Emirat Arab (UEA). 

Iran juga tidak menyebabkan harga minyak global melonjak dengan menutup atau mengganggu lalu lintas di Selat Hormuz, saluran pengiriman minyak vital di selatan Iran

Namun, pada Jumat (20/6/2025), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa jika AS memilih untuk menyerang Iran, negara tersebut berhak untuk membalas, seperti yang telah dilakukannya terhadap Israel. 

"Ketika ada perang, kedua belah pihak saling menyerang. Itu cukup dapat dimengerti. Dan hak untuk membela diri adalah hak yang sah bagi setiap negara," katanya dalam wawancara dengan NBC News. 

Jika itu terjadi, perang atau pertempuran total di wilayah tersebut bisa saja terjadi. 

Kelompok milisi sekutu Iran di Timur Tengah, termasuk Houthi di Yaman, Hizbullah di Lebanon, dan kelompok bersenjata di Irak, bisa terlibat dalam pertempuran.  

Meskipun banyak di antaranya telah melemah secara serius dalam dua tahun terakhir, sekutu-sekutu Iran tersebut masih dapat ikut serta dalam perang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Tags:
IranAmerika SerikatTeheranIRGCPerang Iran-Israel
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved