Kompolnas Tegas Tak Ada Unsur Pidana di Kasus Arya Danu, Beberkan Sejumlah Bukti Penguat
Ketua Harian Kompolnas RI Arief Wicaksono menyampaikan kesimpulan penyelidikan kasus kematian misterius diplomat Arya Daru Pangayunan.
Editor: galuh palupi
Terkait dengan pengungkapan kasus kematian Arya Daru yang diumbar Kompolnas, Mantan Kabareskrim Polri Komjen (Purn) Susno Duadji mengurai tanggapan.
Baca juga: Penyebab Arya Daru Tewas, Kehabisan Napas Karena Kepala Ditutup Plastik, 1 Misteri Belum Terpecahkan
Menurut Susno, polisi kini tengah berupaya membalikkan opini publik yang terlanjur terbentuk di balik kasus kematian Arya Daru.
Sebelumnya santer beredar di publik bahwa kematian Arya Daru adalah karena pembunuhan.
Namun belakangan isu tersebut terbantahkan oleh sederet bukti yang ditemukan pihak kepolisian.
Salah satu bukti terbesarnya adalah rekaman CCTV saat Arya Daru mendatangi rooftop gedung Kemlu lantai 12 pada Senin (7/7/2025).
Kedatangan Arya Daru ke rooftop lalu berdiam diri selama 1 jam 26 menit pun dicurigai publik sebagai upaya mengakhiri hidup.
"Membalikkan opini yang sudah terbentuk itu betapa susahnya. Harus detail. Misalnya lakbannya sudah ketemu, asalnya dari mana. Kemudian korban naik ke lantai 12 celingak-celinguk. Kemudian meninggalkan sesuatu yang berharga," ungkap Susno Duadji.
Lalu bukti berikutnya yang menggeser isu pembunuhan di kasus kematian Arya Daru adalah soal temuan pintu terkunci ganda di kamar kosan sang diplomat.
Bukti plafon di kamar kosan yang tak rusak juga dianggap mensahihkan bahwa tidak ada orang lain di malam tewasnya Arya Daru.
"Kemudian menjelaskan bahwa pintu terkunci semua, yang rusak hanya jendela itu pun karena sengaja dicungkil. Kemudian CCTV tidak menangkap orang lain yang keluar masuk di situ. Plafon baik semua. Ini kan sudah mulai opini itu terbentuk," ujar Susno.
Bukti terakhir yang sangat penting dihadirkan oleh penyidik dalam rilis kasus kematian Arya Daru kata Susno adalah terkait kesaksian dari orang terdekat almarhum.
Yaitu apa isi pembicaraan terakhir Arya Daru dengan istrinya.
Baca juga: Fakta Lakban Kuning yang Melilit Kepala Arya Daru, Ternyata Punya Fungsi Khusus Buat Pegawai Kemenlu
"Tinggal nanti, sangat penting orang terdekatnya diperiksa dan memberikan jawaban yang terbaik. Dan saya yakin sudah. Tetapi mungkin tidak dipublikasi," imbuh Susno.
Sebab kata Susno, pasti ada percakapan penting di malam sebelum Daru meninggal dunia.
Hal itu belakangan memancing respon istri Arya Daru, Pita sehingga begitu khawatir semalaman sebelum sang diplomat ditemukan tewas.
"Bagaimana keterangan istri (almarhum), kenapa sampai resah benar malam itu sampai pokoknya harus dilihat. Apa pembicaraan terakhir? apakah ada something dalam pembicaraan. Itu mungkin tidak dipublikasi," kata Susno. (Tribunnewsmaker/Tribun Bogor)
Sumber: Tribun Bogor
| Keluarga Korban Kantongi CCTV, Bupati Hamenang Yakin Polisi Usut Tuntas Kasus Klitih di Prambanan |
|
|---|
| Akibat Jatuh Korban Klitih di Klaten, Bupati Hamenang Pertimbangkan Jam hingga Ronda Malam! |
|
|---|
| Total 3 Korban Klitih Malam Takbiran, Bupati Hamenang Siap Telusuri dan Bantu Korban Lain |
|
|---|
| Bupati Hamenang Sentil Pelaku Klitih: Apa Keuntungannya? Tidak Ada yang Diuntungkan |
|
|---|
| Klitih Buat Pemuda Klaten Terbaring, Bupati Hamenang Turun Tangan Beri Bantuan dan Jamin Pengobatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Kompolnas-sebut-kasus-Arya-Daru-tak-mengarah-ke-pidana.jpg)