Berita Viral
Kejanggalan Kasus Arya Daru, Polisi Sebut di Rooftop Jam 21.43, Tapi Tertangkap CCTV Kos Pukul 22.00
Ahli menyebut kejanggalan kasus Arya Daru, polisi sebut sang diplimat ada di rooftop jam 21.43, tapi tertangkap CCTV Kos pukul 22.00
Editor: Talitha Desena
"Lalu dia pergi, 21.43 dia ada di rooftop Kemlu sampai 23.09. Tapi 22.15 penjaga kos bernama Siswanto bertemu dengan almarhum dan menyapa di kos,"
"Padahal almarhum baru pulang 23.09, darimana dalam dua peristiwa ada satu orang," imbuhnya.
Baca juga: Salah Kirim Chat WhatsApp Sebelum Tewas, Tindakan Aneh Arya Daru dan Sosok Dion-Vara Jadi Teka-Teki
Hal senada diungkap Dosen Universitas Trisakti, Aura Akhman di akun Threadnya.
"Ini waktunya tumpang tindih, Arya tidak mungkin berada di dua tempat sekaligus," kata Aura Akhman.
Aura Akhman menyebut fenomena tersebut, dikatakan sebagai anomali spasiotemporal.
"Ada yang salah dengan narasi waktu," ujar Aura Akhman.
"Dalam investigasi profesional, ini disebut anomali spasiotemporal," imbuhnya.
Aura Akhman menyakini ada yang keliru antara CCTV di rooftop dan kesaksian penjaga kos, Arya Daru.
"Yaitu saat dua sumber data (visual dan saksi) bertabrakan di titik waktu yang sama," kata Aura Akhman
"Salah satu pasti ada yang keliru atau ada yang sengaja dibuat salah," imbuhnya.
Baca juga: Kasus Diplomat Arya Daru Mengarah ke Pembunuhan, Tiga Nama Muncul dalam Penyelidikan Polisi
Terlalu dini menyimpulkan
Nicholay mengatakan kematian Arya Daru tidak wajar dan pernyataan yang diumumkan dari Dirreskrimum Polda Metro Jaya juga terlalu prematur.
Bahkan, Nicholay menyebut bahwa kematian Arya Daru dilakukan oleh pelaku yang profesional.
Ia awalnya menyoroti penjelasan dari ahli forensik, dokter dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Yoga Tohijiwa.
Yoga mengatakan bahwa penyebab kematian dari korban disebabkan gangguan pertukaran oksigen pada saluran nafas atas yang menyebabkan mati lemas.
| Balasan Berkelas Josepha Usai Disalahkan di Cerdas Cermat, Permalukan Juri & MC Lewat Tayangan Ulang |
|
|---|
| Respon Menteri HAM Pigai soal Larangan Nobar Film 'Pesta Babi': Harus Melalui Putusan Pengadilan |
|
|---|
| Pakistan Disebut Bantu Selamatkan Pesawat Iran dari Serangan, Netral atau Bermain Dua Arah? |
|
|---|
| Update Kasus Suap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Memanas: KPK Periksa Aliran Uang dari Banyak Pihak |
|
|---|
| Kondisi Dapur MBG di Jakbar Bikin Syok, KSP Dudung Temukan Banyak Belatung & Sampah: Ancam Penutupan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Gelagat-Arya-Daru-saat-berada-di-rooftop-Gedung-Kemlu.jpg)