Breaking News:

Berita Viral

Pakistan Disebut Bantu Selamatkan Pesawat Iran dari Serangan, Netral atau Bermain Dua Arah?

Pakistan diduga lindungi pesawat Iran dari serangan, publik curiga Islamabad main dua arah.

Tayang:
Editor: Eri Ariyanto

Ringkasan Berita:
  • Pakistan dituding diam-diam melindungi pesawat militer Iran di tengah konflik Timur Tengah yang memanas.
  • Laporan pejabat AS menyebut pesawat Iran sempat berlindung di pangkalan udara Pakistan untuk menghindari potensi serangan.
  • Pakistan membantah tuduhan tersebut, namun langkah Islamabad memicu spekulasi soal sikap netral atau strategi dua arah.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pakistan mendadak jadi sorotan setelah muncul laporan bahwa negara itu membantu mengawal dan menyelamatkan pesawat delegasi Iran dari potensi serangan saat ketegangan Timur Tengah memanas.

Laporan sejumlah media internasional menyebut Angkatan Udara Pakistan mengizinkan pesawat militer Iran untuk berlindung di salah satu pangkalan udara utamanya di tengah perang.

Langkah tersebut memicu spekulasi baru terkait posisi Islamabad di tengah konflik panas yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Di satu sisi, Pakistan selama ini mengklaim tetap berada di jalur netral dan mendorong penyelesaian diplomatik demi mencegah perang regional semakin meluas.

Situasi ini semakin memperlihatkan rumitnya posisi Pakistan yang memiliki hubungan strategis dengan Barat, tetapi juga menjaga kedekatan dengan Iran dan negara-negara Muslim di kawasan.

Kini langkah Islamabad tersebut memunculkan perdebatan global: apakah Pakistan benar-benar bersikap netral, atau diam-diam sedang memainkan peran ganda di tengah konflik Timur Tengah yang kian memanas?

Baca juga: Drama Konflik Timur Tengah Memanas, Donald Trump Disebut Menolak Keras Proposal Perdamaian Iran

Seperti diketahui, Pakistan dilaporkan secara diam-diam mengizinkan pesawat militer Iran untuk berlindung di salah satu pangkalan udara utamanya di tengah perang.

Hal tersebut mengemuka berdasarkan laporan CBS News pada Senin (11/5/2026) yang mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat (AS). 

Laporan ini muncul saat Islamabad memosisikan diri sebagai negosiator diplomatik antara Iran dan AS.

Menurut laporan tersebut, sejumlah pesawat Iran dipindahkan ke Pangkalan Angkatan Udara Nur Khan Pakistan sesaat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata pada awal April 2026.

Salah satu aset militer yang terdeteksi berada di pangkalan tersebut adalah pesawat pengintai RC-130 milik Angkatan Udara Iran.

Pesawat tersebut merupakan varian pengintai dari pesawat angkut Lockheed C-130 Hercules.

CBS News melaporkan, langkah Iran memindahkan pesawat-pesawat itu bertujuan melindungi aset udara mereka dari potensi serangan AS di tengah eskalasi ketegangan regional.

Menanggapi laporan ini, Senator AS Lindsey Graham menyatakan perlunya peninjauan kembali terhadap posisi Pakistan

Melalui unggahannya di platform media sosial X, Graham memberikan komentar tajam.

Halaman 1/2
Tags:
IranPakistanAmerika Serikat
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved