Poin terakhir somasi tersebut meminta agar Suri meminta maaf secara terbuka dan mengakui apa yang disampaikan tentang Sisi adalah salah.
Surat somasi pertama tidak mendapatkan tanggapan. Pada 23 Desember 2019, kuasa hukum Sisi Asih kembali melayangkan surat somasi kedua.
Isi somasi meminta Suri meminta maaf atas perbuatannya yang dianggap mencemarkan nama baik Sisi Asih.
Kuasa hukum memberi tenggat waktu dua hari agar Suri menanggapi.
Sementara itu, ketika dihubungi, manajer Sisi Asih, Ditya membenarkan terkait surat somasi itu berasal dari kuasa hukum Sisi Asih.
"Ya itu sudah dua kali dikirimkan ke yang bersangkutan. Tujuannya ya minta supaya dia mengklarifikasi dan meminta maaf secara terbuka," ungkap Ditya, Jumat (27/12).
Tetapi, Ditya menyebut, dari dua surat somasi yang dikirimkan kepada Farhannisa Suri, hingga saat ini belum ada tanggapan.
"Rencananya akan dikirim surat somasi ketiga. Kalau tidak juga ditanggapi, maka kasus ini akan diperkarakan di jalur hukum baik pidana maupun perdata," tandasnya.
Ramai diberitakan sebelumnya, di tengah isu perselingkuhan yang ramai dibicarakan setelah pemecatan Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara, muncul sejumlah nama pramugari.
Pramugari berinisial PNR disebut-sebut sebagai wanita yang memiliki hubungan khusus.
Ada pula pramugari bernama Sisi Asih yang ikut mencuat lantaran dianggap sebagai salah satu korban "kekuasaan selir Ari".
Isu perselingkuhan itu membuat jagat Twitter ramai dengan tagar #teamP dan #teamA.
Tagar tersebut seolah membandingkan tim PNR dan Sisi Asih yang digambarkan sebagai korban.
Di balik ramainya tagar tersebut, muncul sosok Farhannisa Suri. Ia datang bukan dipihak PNR maupun Sisi Asih.
Justru Farhannisa Suri membeberkan aib Sisi Asih.