Gibran menuturkan konsep-konsep baru seperti ini dapat terus dikembangkan bagi para pelaku bisnis makanan dan minuman.
Oleh sebab itu, ia menyatakan bahwa musibah bukan lah suatu penghalang melainkan menjadi semangat untuk selalu berinovasi.
"Kalau brand saya kebanyakan tetap butuh dine in, karena makan itu kan kita datang ke kafe atau restoran itu kan sebuah experience.
Jadi kalau cloud kitchen ini sifatnya saya kira hanya sementara untuk survive di masa ini," ujarnya.
Ia juga memberi catatan bahwa cloud kitchen biasanya mudah dilirik jika restoran tersebut sudah dikenal masyarakat luas.
Selain itu, pelanggan cloud kitchen dikatakan Gibran merupakan orang-orang yang membutuhkan pelayanan makanan secara cepat.
"Mereka ini orang-orang yang quick lunch, enggak ribet, enggak bikin meja kerja kotor, inginnya cepat-cepat.
Ya karena itu, cloud kitchen ini kita gunakan untuk masa survive saja," terangnya.
Selain itu, Gibran juga menyarankan alternatif lain untuk UMKM dapat bertahan di tengah pandemi dengan cara beralih ke digital dan mengutamakan kebersihan.
"Contohnya, kan biasanya banyak di pinggir jalan itu jualan ayam geprek ya.
Itu karena masa-masa Covid-19 ini sebaiknya minyak diganti sesering mungkin.
Nah, hal-hal seperti ini yang kadang pelaku UMKM itu enggak engeh," jelasnya.
Kisah Sedih Penjual Kopi Penghasilan Turun Hingga 80%
Karena virus Corona, pemerintah menghimbau bagi masyarakat untuk tidak keluar rumah.
Sejumlah pemerintah daerah juga menerapkan kebijakan para Aparatur Sipil Negara untuk kerja di rumah.