yang terhindar dari kesalahan-kesalahan bacaan terutama hukum tajwid-nya," tuturnya.
"Jadi jika ada hafalan pun cukup digunakan dalam sholat, tapi bacaan-bacaanya benar, sempurna tajwidnya, hukum-hukumnya, maka dibenarkan menjadi imam," jelas Ustaz Adi Hidayat.
Baca juga: HUKUM Tren Ikoy-ikoyan di Instagram Menurut Syariat Islam, Apakah Haram? Ini Penjelasan Buya Yahya
Kendati demikian, Ustaz Adi Hidayat menyebut ada baiknya mendahulukan mereka yang memiliki hafalan lebih banyak untuk menjadi imam sholat.
"Namun, demikian ada skala prioritas untuk bisa menempatkan imam ini adalah sebagai berikut.
Yang pertama, jika ditemukan yang lebih banyak hafalannya dari yang tadi, maka yang banyak hafalannya didahulukan.
Dengan catatan, yang banyak hafalan ini pun benar hukum tajwidnya," kata Ustaz Adi Hidayat.
"Jika ada yang sedikit hafalannya tapi benar lebih bagus bacaannya, maka ini didahulukan," pungkasnya.
Berikut video lengkapnya:
Apakah Orang yang Rajin Sedekah Tapi Tak Pernah Sholat Tetap Dapat Pahala? Ini Penjelasan Buya Yahya
Umat Muslim diwajibkan menjalankan ibadah sholat.
Ibadah sholat mendatangkan pahala yang luar biasa.
Jika meninggalkan ibadah sholat, maka umat Muslim akan mendapatkan dosa.
Selain ibadah sholat, amalan sedekah juga bernilai pahala yang tak terkira.
Umat Muslim dianjurkan mengerjakan ibadah sholat dan bersedekah.
Sedekah dikategorikan sebagai tambahan amal kebaikan yang nantinya dapat menyelamatkan kita di akhirat.