Beli Bensin, Pria di Gresik Cium 2 Anak Kecil, Ngaku Tak Bisa Tahan Nafsu, Daftar Jadi Guru Ponpes

Editor: ninda iswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tersangka pencabulan dua anak di Sidayu di Mapolres Gresik, Jumat (24/6/2022). Pria asal Kenjeran Surabaya ini mengaku biarahi memuncak saat melihat gadis kecil. Buchori cium dua anak kecil saat beli bensin, ternyata hendak melamar menjadi guru.

Kasus pelecehan seksual kembali terkuak.

Kali ini pelaku pelecehan seksual merupakan seorang pelatih futsal.

Pelaku pelecehan seksual berinisial G ini ternyata merupakan penyuka sesama jenis.

Pelecehan seksual ini diuga dilakukan G pada puluhan anak didiknya yang masih dibawah umur.

Jumlah korban yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual dari pelatih futsal tersebut telah mencapai 64 orang, yang rata-rata berusia 16 - 17 tahun.

Kasus pelecehan seksual sesama jenis ini pertama kali dibongkar oleh GT.

Rupanya, kabar ini sudah didengar oleh Academy FCS, klub academy futsal di wilayah Tajur.

Baca juga: Curhat Artis Jadi Korban Pelecehan saat Syuting, Pelaku 6 Orang, Salahkan Diri Sendiri: Aku Malu

Baca juga: Sabet Piala Citra, Kru Film Penyalin Cahaya Diduga Pelaku Pelecehan, Hannah Al Rashid: Menyakitkan

Pelatih futsal di Bogor jadi pelaku pelecehan seksual, kini dipecat (Facebook)

Dalam postingannya, Academy FCS menyebut sudah memecat G dari posisinya sebagai pelatih futsal.

Padahal, terduga pelaku ini baru beberapa bulan menjadi pelatih.

"Melalui statement ini, dengan tidak hormat kami memberhentikan G sebagai pelatih Academy FCS yang terhitung baru beberapa bulan melatih," tulis akun Instagram @officialfcs_, dikutip TribunnewsBogor.com, Kamis (3/2/2022).

Setelah memecat G, FCS pun meminta untuk tidak mengaitkan terduga pelaku dengan academy futsalnya.

"Dimohon untuk tidak melibatkan kami dalam berita yang sedang beredar, karena itu bisa mencemarkan nama baik kami," tulisnya.

Sebelum dipecat, terduga pelaku ini sempat memperingatkan para korbannya tuntuk tidak buka suara.

Hal tersebut terlihat dari chat pribadi antara pelaku dan korban.

Dalam chat WhatsApp tersebut, terduga pelaku sempat ogah disebut gay, meski kerap merayu anak didiknya yang laki-laki.

Halaman
1234