TRIBUNNEWSMAKER.COM - Tim khusus telah dibentuk untuk menangani kasus tewasnya Brigadir J atau Yosua Hutabarat di rumah Irjen Ferdy Sambo.
Tim khusus tersebut terdiri dari sejumlah perwira tinggi di Polri yang dipercaya mumpuni mengusut kasus tewasnya Brigadir J.
Tak main-main, setidaknya ada lima jenderal polisi yang ditunjuk masuk ke dalam tim khusus.
Siapa saja? Berikut ulasannya:
1. Komjen Gatot Eddy Pramono
Gatot Eddy Pramono lahir di Solok, Sumatera Barat, 28 Juni 1965 atau saat ini, umurnya 57 tahun ini.
Baca juga: Curhat Vera Pacar Brigadir J, Sudah Terima Cincin Kini Rencana Nikah Kandas: Nggak Jodoh Kita Bang
Baca juga: Unggahan Vera Pacar Brigadir J, Ungkap Foto Mesra dengan Mendiang, Kini Berduka Ditinggal Selamanya
Ia merupakan perwira lulusan Akpol 1988 dan berpengalaman dalam bidang reserse.
Sebelum menjadi Wakapolri, Gatot Eddy Pramono menjabat Kapolda Metro Jaya.
Jabatan lain yang pernah diemban Gatot Eddy Pramono adalah Kapolres Blitar, Sekretaris Pribadi Kapolri, dan Kapolres Metro Depok (2008).
Gatot Eddy Pramono juga pernah menjabat Kapolres Metro Jaksel (2009), Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya (2011), Analis Kebijakan Madya bidang Pidum Bareskrim Polri (2012), dan Kabagdukminops Robinops Sops Polri (2013).
Ia juga pernah menduduki posisi Karolemtala Srena Polri (2014), Wakapolda Sulsel (2016), Staf Ahli Sosial Ekonomi Kapolri (2017) dan yang terakhir Gatot menjabat sebagai Asisten Perencanaan dan Anggaran Kapolri.
Pada 2018, Gatot Eddy Pramono juga dipercaya menjadi Ketua Satgas Nusantara yang dibentuk agar Pilkada Serentak 2018 bisa berjalan aman.
Gatot juga ditunjuk sebagai Wakil Ketua Pelaksana II Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN).
Pada Januari 2021, Menteri BUMN, Erick Thohir memilih Gatot sebagai Wakil Komisaris Utama PT Pindad.
Nama Gatot juga pernah masuk dalam bursa calon Kapolri sebelum akhirnya, Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang dipilih.