KPC, yang sudah mengenakan seragam sekolah dasar putih-merah, pun tewas karena mengalami luka bacok di sekujur tubuhnya mulai dari kepala, mata, leher, hingga tangan, dan beberapa jari putus.
Sementara ibunya, NI, kritis karena mengalami luka bacok di bagian wajah dan badan.
Saat ini korban masih dalam perawatan di rumah sakit.
Sekedar informasi sepulang mengkonsumsi sabu bareng teman-temannya di pagi hari, Rizky Noviyandi Achmad bertengkar dengan sang istri.
NI merasa lelah dengan Rizky Noviyandi Achmad yang emosional dan kerap pulang pagi, ia lalu akhirnya meminta cerai.
Baca juga: Kronologi Pria Depok Bantai Istri & Anaknya, Marah Habis Subuh Istri Siap-siap Pergi dari Rumah
Baca juga: Chat Terakhir Istri Dibantai Suami di Depok, Jam 3 Pagi Minta Dijemput, Kakak Menyesal Tak Menuruti
NI kala itu sudah bersiap pergi bersama KCP yang juga hendak berangkat sekolah.
Tanpa belas kasihan, Rizky Noviyandi Achmad kemudian mengambil parang yang berada di bawah meja ruang tamu, ia lalu melukai istri bahkan membunuh anaknya.
Dihadirkan di Polres Metro Depok, Rizky Noviyandi Achmad mengaku bukan hanya emosi digugat cerai sang istri, ia juga emosi terhadap anaknya yang baru duduk di bangku kelas 5 SD tersebut.
Ia merasa sang anak tidak menghargainya.
“Saya sering dibuat kesal terus sama dia, enggak pernah dihargai," ucap Rizky Noviyandi Achmad.
"Selalu diinjak-injak, saya juga sebagai laki-laki punya harga diri,” imbuhnya.
Rizky Noviyandi Achmad mengatakan anak sulungnya itu tak menjawab pertanyaan di hari kejadian.
Rizky Noviyandi Achmad menduga anaknya sudah dipengaruhi oleh sang istri.
Alhasil kemarahan Rizky terlampiaskan pula ke anaknya itu.
“Saya tanya enggak pernah jawab, saya tegur aja dia cuek aja gitu, saya emosi,” kata Rizky.