'Minta Perlindungan' Bima TikTokers yang Kritik Lampung Mulai Cemas, Sebut Keluarganya Diintervensi
Sosok TikTokers bernama Bima viral setelah memberikan kritikan terhadap Pemerintah Provisi Lampung.
Bima yang diketahui sedang menempuh pendidikan di Australia itu menjadi sorotan setelah membeberkan sejumlah alasan mengapa Lampung sulit maju.
Namun kritikan bima bukannya didengar dan diapresiasi, ia justru dilaporkan ke polisi.
Bima diadukan ke Polda Lampung terkait pelanggaran Undang-undang ITE oleh warga bernama Ginda Ansori.
Menurut pengadu, apa yang disampaikan Bima merupakan hoaks.
"Jadi atas laporan itu karena saya rasa analisis yang bersangkutan itu jungkir balik dengan mengatakan Lampung tidak maju-maju,"
"Terlebih dia menyebutkan kata Dajjal, saya rasa yang disampaikan dia itu hoaks,"
"Perbuatan yang bersangkutan menurut saya sudah memenuhi unsur perbuatan sebagaimana di dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik," kata Ginda, Rabu (12/4).
Saat dikonfirmasi terkait aduan tersebut, Kasubdit V Cybercrime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung, AKBP Heti Patmawati mengatakan telah mengetahui video viral tersebut.
"Iya sudah monitor, tapi belum masuk ke kami laporannya," katanya.
Sementara itu Kabid Humas Polda Lampung Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad, akan memeriksa lebih dulu terkait kasus tersebut.
"Kami cek ke database Laporan dan Pengaduan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Lampung," kata dia.
Dia berkata pihaknya telah menerima laporan tersebut dalam bentuk surat.
"Laporan dalam bentuk surat, surat biasa ke Polda Lampung. Biasanya laporan ke SPKT," kata Pandra.