Berita Viral

PILU! Siswi di Tangerang Di-bully dan Dikeroyok 4 Gadis, Kerudung Korban Ditarik dan Rambut Dijambak

Editor: Eri Ariyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Siswi di Tangerang di-bully dan dikeroyok 4 orang gadis

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kejadian tak menyenangkan dialami seorang siswi di Tangerang, Banten.

Hal itu lantaran siswi ini menjadi korban bullying oleh 4 orang gadis remaja sesama pelajar.

Bahkan, siswi ini juga menjadi sasaran amukan empat orang itu, Tampak kerudung korban ditarik dan rambutnya dijambak.

ILUSTRASI bullying (Istimewa)

Baca juga: UPDATE Kasus Bisnis Video Asusila Sesama Jenis, Jual Konten Lewat Medsos, Paket VIP Bayar Rp 60 Ribu

Video keributan antara empat orang siswi dan satu remaja putri itu viral di media sosial diunggah beberapa akun Instagram.

Berdasarkan pantauan TribunJakarta.com, terlihat dalam video ada lima orang remaja putri sedang berkumpul.

Tiba-tiba saja salah satu dari kelima orang tersebut jadi sasaran pembullyan, yakni seorang remaja putri yang mengenakan pakaian putih.

Terlihat remaja berpakaian putih itu kerudungnya ditarik lalu rambutnya dijambak.

Siswi di Tangerang di-bully dan dikeroyok 4 gadis (TribunJakarta)

Baca juga: MENYEDIHKAN! Tahanan Wanita Ini Dilecehkan Oknum Polisi, Kondisinya Mengkhawatirkan, Trauma Berat

Sementara tiga orang lainnya berusaha melerai keduanya bertengkar, tetapi tak lama kemudian malah berlanjut keributan tersebut.

Remaja putri yang mengenakan pakaian putih itu tampak jadi sasaran empat orang lainnya.

Diduga peristiwa perundungan itu terjadi di Cipondoh, dekat Pondok Pesantren Al Azhaar Ummu Suwanah, Jumat (18/8/2023).

Remaja putri yang jadi sasaran empat orang lainnya diduga merupakan siswa SMA Negeri 10 Kota Tangerang.

Sementara empat siswi pelaku pembullyan berasal dari SMP Negeri 10 Tangerang dan SMA Negeri 02 Tangerang.

Ilustrasi bullying. (shironosov)

"Dalam aksinya ke empat tersangka menarik rambut korban dan sempat saling memukul,"

"Korban tidak berdaya hanya bisa melawan tersangka yang berjumlah 4 orang tersebut," tulis di caption dikutip TribunJakarta.com dari Instagram @infocipondoh.id, Sabtu (19/8/2023).

Dalam video terdengar perekam tertawa melihat aksi pembullyan tersebut.

Bukan melerai, perekam malah cenderung membiarkan mereka bertengkar.

"Berantem woy, berantem, terus, terus, terus, pede aja pede," teriak perekam video.

Selain peristiwanya, sikap yang ditunjukan perekam video pun jadi perhatian warganet.

Warganet menyayangkan perekam video yang tak melerai para siswi tersebut.

"Yang videoin bukanny apisahin malah terus," kata warganet.

"Coba mau tahu sekolahnya kasih sanksi apaan kalau viral begini, ujung-ujungnya minta maaf damai," ucap warganet.

"Pihak sekolah harus beri sanksi kepada pelaku kekerasan," sambung warganet lainnya.

Belum diketahui apa penyebab aksi pembullyan itu dilakukan keempat siswi tersebut.

Sampai berita ini diturunkan TribunJakarta sedang mencari informasi lebih lanjut terkait video viral tersebut.

ILUSTRASI bullying (Tribun)

Berita Lainnya, Anaknya Jadi Korban Bully di Depok, Ortu Seret Pelaku ke Jalur Hukum: Gak Ada Ampun, Kapok!

Anaknya jadi korban bullying, orang tua di Depok, Jawa Barat bersikukuh untuk menyeret kasus tersebut ke jalur hukum.

Orang tua korban tak terima anaknya dijadikan bahan cibiran oleh pelaku.

Menurutnya, aksi yang dilakukan pelaku sungguh keterlaluan dan menyebabkan trauma bagi korban.

Orang tua korban menginginkan pelaku untuk dijatuhi hukuman yang setimpal atas perbuatannya.

Baginya, tak ada maaf untuk pelaku bullying anaknya.

Orangtua siswa korban bullying di Depok geram terhadap pelaku dan ingin menyeret persoalan itu ke jalur hukum.

Meski demikian, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Depok Siti Chaerijah berharap agar persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan kekeluargaan.

"Sudah di mediasi oleh pihak sekolah kedua  belah pihak," kata Siti saat dikonfirmasi, Selasa (15/8/2023).

"Tapi ortu (orangtua) dari anak yang jadi korban tetap membawa ke pihak yang berwajib," sambungnya.

Siti berharap aksi bullying tidak terjadi lagi usai kedua belah pihak berdamai secara kekeluargaan.

"Saya berharap kedua belah pihak bisa berdamai, dan tidak akan terjadi lagi hal hal yang tidak dikehendaki," ujarnya.

Baca juga: KAU BUSUK! Viral Video Siswi SMP di Kendari Dibully & Dihina Temannya Secara Sadis: Saya Jijik!

Baca juga: Ingin Jadi Anjing, YouTuber Ini Rogoh Rp228 Juta agar Terlihat seperti Hewan, Dibully: Impian Liarku

Sebelumnya diberitakan aksi perundungan atau bullying dua orang pelajar viral di media sosial.

Dalam video tersebut, terlihat dua orang pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah Kota Depok membully beberapa orang pelajara dari sekolah lainnya.

Para pembully itu terlihat menyambangi sekolah para korban dan menarik mereka ke dalam toilet.

Mereka kemudian membariskan para korban dan mengancam dengan kata-kata kasar. 

Tak hanya itu, pelaku sempat mendorong-dorong korban sambil melontarkan kalimat ancaman.

"Udah, hayu apa," ucap pelaku kepada korban menantang berantem sambil menarik tangannya.

"Saya orangnya enggak mau ribut," jawab korban yang nampak ketakutan.

Baca juga: PUTAR BALIK, Pengemudi di Tol Cikampek Dikenai Tarif Rp724 Ribu, Protes di Medsos, Dibully Netizen

ILUSTRASI bullying (Istimewa)

Naasnya, kasus perundungan tersebut juga divideokan oleh teman pelaku sambil menertawakan korban.

Dilihat dari lokasinya, aksi perundangan tersebut dilakukan di sebuah toilet sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Depok Siti Chaerijah membenarkan aksi bullying tersebut terjadi di SMA IT Nurrahman pada Jumat (11/8/2023) lalu.

Kedua korban merupakan siswa SMA IT Nurrahman sedang pelaku dari sekolah lainnya yakni SMA Sejahtera 1 Kota Depok.

"Kejadian bada Jumat tanggal 11 Agustus," kata Siti saat dikonfirmasi, Selasa (15/8/2023).

"Ternyata yang jadi korban anak SMA Nururahman, pelaku anak SMA Sejahtera 1, Lokasi di SMA Nururrahman," sambungnya.

Siti menambahkan, kedua pihak sekolah telah melakukan mediasi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Sudah dimediasi oleh pihak sekolah kedua  belah pihak," pungkasnya.

(TribunJakarta.com/Siti Nawiroh)

Diolah dari berita tayang di TribunJakarta.com