Berita Viral

BERENANG Berempat di Pantai Taipa, Konawe, Remaja Ini Syok Pulang Tinggal 3 Orang:1 Terseret Ombak

Editor: Dika Pradana
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI tenggelam

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Awalnya girang berangkat ke Pantai Taipa, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara berempat, pulang-pulang remaja ini syok tinggal bertiga, satu temannya tenggelam saat berenang.

Rasa suka cita bisa berlibur menikmati deburan ombak kini berubah menjadi duka saat satu temannya tidak pulang bersama-sama.

Satu korban tenggelam masih dalam pencarian pihak terkait hingga kini.

Warga melihat lokasi pencarian seorang pelajar SMA yang terseret arus ombak di Pantai Wisata Taipa Kabupaten Konawe Utara (Kompas.com)

Diketahui, empat remaja tersebut pergi ke pantai pada Minggu, (17/9/2023).

Keempat wisatawan itu merupakan pelajar dari SMAN 1 Wawotobi, Kabupaten Konawe.

Dalam peristiwa itu, tiga orang ditemukan selamat, di antaranya:

1. Muh Nurfadilah (16)

2. Fahmi Landimuru (16)

3. Arya (16).

Baca juga: Jika Ditolong, Kapalnya Ditinggal Respon Ngeselin Komandan saat Kapal Intan Tenggelam, ABK Panik

Baca juga: BERENANG Berlima di Pantai Meulaboh, Anak-anak Nelayan Syok Pulang Tinggal 4 Orang: 1 Terseret Ombak

Sedangkan satu orang bernama Fadli (16) masih dalam pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari Muhamad Arafah menuturkan, kejadian ini berawal saat empat orang pelajar itu berenang di pantai wisata Taipa dengan menggunakan satu ban pelampung.

Namun, tiba-tiba ombak menghantam mereka.

Hal itu membuat ban pelampung yang mereka gunakan terlepas.

Lalu, kejadian tersebut menyebabkan keempat pelajar terseret arus ombak di Pantai Wisata Taipa.

ILUSTRASI tenggelam (Istimewa)

Beruntung ketiga korban berhasil diselamatkan.

"Tiga orang yakni Arya, Fahmi dan Muh. Nurfadillah selamat setelah ditolong oleh pengunjung lain di Pantai Taipa," kata Arafah dalam rilis tertulisnya, Minggu malam.

Lebih lanjut Arafah menjelaskan, pihaknya langsung menuju ke lokasi kejadian setelah menerima laporan korban tengelam dari salah satu pengunjung di Pantai Taipa.

Pihaknya langsung melakukan penyisiran pantai.

"Tim Rescue Unit Siaga SAR Konawe Utara diberangkatkan dengan menggunakan Rescue Car membawa 1 Unit Rubberboat beserta peralatan pendukung keselamatan lainnya untuk memberikan bantuan SAR," terangnya.

Baca juga: AWALNYA Girang Mandi ke Pantai, Kakek & Cucu Tewas Terseret Arus di Negara, Bali: Kondisi Memilukan

Ilustrasi tenggelam. (PIXABAY/death9996)

Arafah menambahkan, cuaca di pantai Taipa dalam keadaan berawan dengan tinggi gelombang 0,5-1,5 meter dan kecepatan angin 3-24 knot.

Kini ketiga remaja tersebut berharap temannya bisa segera ditemukan.

Rasa takut pun menyelimuti ketiga remaja tersebut.

Sementara itu, pihak keluarga tentu merasa terkejut saat mendengar kabar tersebut.

Mereka tentu tercengang Fadli belum ditemukan hingga kini.

Kabar hilangnya Fadli sontak membuat geger warga.

Ilustrasi tenggelam (Thinkstock)

BERENANG Berlima di Pantai Meulaboh, Anak-anak Nelayan Syok Pulang Tinggal 4 Orang: 1 Terseret Ombak

 Awalnya berangkat berenang ke pantai berlima, anak-anak nelayan di Aceh syok ketika pulang-pulang tinggal empat orang.

Satu di antara kelima bocah tersebut dinyatakan hilang setelah terseret ombak di Pantai Meulaboh, Aceh.

Mereka terkejut ketika satu rekannya mendadak menghilang tanpa jejak.

Pulang dari pantai hati mereka diselimuti perasaan duka mendalam.

Ketika melapor ke orang tua, mereka langsung terkejut dengan kabar itu.

Ilustrasi tenggelam. (PIXABAY/death9996)

Diketahui, korban terseret arus itu bernama Riski berusia 10 tahun.

Rizki merupakan warga Desa Gampong Pasir, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat.

Riski menghilang terseret arus gelombang di kawasan Pantai Pasi Lhok Aron, kawasan Gampong Pasir Meulaboh.

Kala itu, Rizki dan teman-temannya sedang berenang pada Sabtu (26/8/2023) sekitar pukul 16.45 WIB.

Ia hilang saat mandi bersama dengan sejumlah teman-temannya.

Warga yang mengetahui hilangnya anak tersebut, langsung melakukan pencarian.

Baca juga: SYOK! Ada Pria Tewas Tenggelam di Dekat Rumah Barack Obama, Ternyata Chefnya: HATI Kami Hancur

Baca juga: SYOK Lihat Polisi, Pria Ini Nekat Lompat ke Danau, Tewas, Tenggelam, Heran: Padahal Gak Ngejar Dia

Mereka berusaha menyusuri pesisir pantai di kawasan itu.

Pencarian dilakukan oleh masyarakat dan tim pencaharian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, RAPI, dan para nelayan.

Ratusan warga mengerumuni kawasan pantai daerah korban yang hilang.

Sebagian warga ikut membantu mencari dengan menyelam kawasan laut tersebut.

sebagian warga lainnya tampak menyaksikan tim yang melakukan pencarian korban terseret arus gelombang laut.

“Anak yang tenggelam ini merupakan salah satu anak dari para nelayan di desa kami," kata Keuchik Gampong Pasir, Kecamatan Johan Pahlawan, Romi Saputra Jaya kepada Serambinews.com, Sabtu (26/8/2023) sore di lokasi.

"Sehingga banyak nelayan yang ikut melakukan pencarian terhadap korban hilang hingga malam,” tambahnya.

Baca juga: Ya Allah! Ibu Pingsan Lihat Jasad Anak di Keranda, Tewas Tenggelam di Bekas Galian Proyek Kuningan

ILUSTRASI - hancur hati ibu melihat anaknya menghilang terseret arus ombak di pantai di Aceh (TribunJatim.com)

Diceritakan, korban saat itu sedang mandi di pantai bersama teman-temannya.

Ia terseret arus bersama dengan sejumlah temannya yang seusia.

Namun, ada beberapa teman lainnya yang sempat terseret selamat.

Disebutkan, teman korban yang selamat dari gelombang tersebut segera meminta pertolongan kepada warga sekitar lokasi.

Mereka berusaha mencari korban yang telah hilang yang tak kunjung muncul ke permukaan.

Ia menambahkan, bahwa kawasan pantai tersebut telah diimbau untuk tidak berenang.

ILUSTRASI tenggelam (Tribun)

Hal itu dikarenakan khawatir terjadi kecelakaan seperti yang telah ada saat ini.

“Namun namanya anak-anak disaat tidak ada yang melarangnya, mereka tidak mengetahui bahayanya,” ungkap Romi.

Sementara Kasi Kedaruratan Bencana pada Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Aceh Barat, Bambang Bintoro, mengatakan, timnya bersama Basarnas dan masyarakat terus melakukan pencarian terhadap korban yang hilang di kawasan Pantai Pasi Lhok Aron di Gampong Pasir.

Disebutkan, anak-anak yang mandi saat itu ada sekitar 5 orang.

Empat orang diantaranya selamat dari ombak ganas itu.

Sementara satu orang atas nama Riski hingga sore belum berhasil ditemukan.

Artikel ini diolah dari Kompas.com