"Ada yang telepon minta bantuan 4 armada, informasinya juga lengkap, katanya karena korsleting, yang terbakar rumah, sudah banyak orang," katanya.
Menurut Hartono, penelpon tersebut meminta bala bantuan sejumlah armada di rumah salah satu warga bernama Mimin.
Keterangan dari penelpon, kebakaran sudah membesar dan membutuhkan setidaknya 4 armada Damkar.
Penelpon berinisial W bahkan menyebutkan alamat secara detail, yang berlokasi di RT 2, RW 18, Kelurahan Sragen Kulon.
Setelah petugas mendatangi lokasi yang dimaksud, ternyata tak terjadi apa-apa.
Baca juga: PENAMPAKAN Pocong Ikut Padamkan Kebakaran di Bandung, Polisi Kaget: Ya Allah, Bangkit dari Kubur!
Bahkan menurut warga sekitar juga tak ada tanda-tanda kebakaran di wilayahnya.
Setelah sempat mengitari alamat yang dimaksud, akhirnya petugas kembali ke mako.
Setelah tiba di mako, petugas baru sadar ternyata mereka terkena prank oleh orang tak bertanggung jawab.
Sialnya, kasus ini tak hanya sekali terjadi di Kabupaten Sragen.
"Nadanya santai, biasanya kalau kebakaran kan panik, ini santai," kata Hartono.
Untuk mencegah terjadi hal serupa, kini pihak Damkar Sragen sudah membawa kasus ini ke ranah hukum.
Artikel ini diolah dari Kompas.com