Posisinya Terjepit Hingga Sudah Tak Ada Respons, Masinis KA Turangga Mampu Selamat dari Maut

Editor: Sinta Manila
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kolase situasi evakuasi kereta api (KA) Turangga yang tabrakan dengan KA Lokal Bandung Raya di Desa Cikuya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/1/2024). Tabrakan dua kereta api yang terjadi sekitar pukul 06.03 WIB tersebut mengakibatkan tiga orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Korban terakhir sempat terkendala proses evakuasi lantaran posisi korban yang terjepit di bawah gerbong.

"Dia (korban) terpental keluar dari badan gerbong itu. Kemudian tertimpa oleh gerbong kereta api.

Nah ini yang menyulitkan atau menjadi tantangan bagi Tim SAR Gabungan, " katanya, mengutip TribunJabar.id.

Hery mengatakan, dengan berhasilnya satu korban terakhir dievakuasi, maka jumlah korban yang sudah resmi dinyatakan meninggal berjumlah 4 orang.

Adapun korban luka akibat kejadian tersebut berjumlah 42 orang.

"Kami dari pihak Basarnas menyampaikan belasungkawa kepada keluarga empat korban ini. Dengan ditemukannya korban terakhir, maka semua unsur SAR Gabungan kami ucapkan terima kasih," tuturnya.

Diketahui, kedua kereta bertabrakan di Kampung Babakan, Desa Cikuya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Tepatnya di km 181 + 5/4, Jumat (5/1/2024) pagi sekitar pukul 06.03 WIB.

Dalam kecelakaan itu terdapat 4 korban tewas.

Mereka adalah:

1. Masinis KA KRD Lokal Padalarang Cicalengka, Julian Dwi Setiyono

2. Asisten Masinis KA KRD Lokal Padalarang-Cicalengka atas nama Ponisam

3. Pramugara KA Turangga atas nama Andrian yang berusia 22 tahun.

4. Security atau petugas keamanan Enjang Yudi

Selain empat korban meninggal dunia, terdapat 37 orang yang mengalami luka ringan.

Para korban luka-luka telah mendapatkan perawatan dan dibawa ke empat RS, dengan rincian, RSUD Cicalengka 18 orang, RS Edelweis dua orang, RS AMC dua orang.

Dengan demikian hingga saat ini, tidak ada korban jiwa dari penumpang.

Diketahui kapasitas Turangga 287 dan kapasitas KRD 191.

Artikel diolah dari Tribunnews.com/Garudea Prabawati/Rina Ayu Pancarini