Doa Meluluhkan Hati

Ketahuan Bohong? Ini 5 Tips Mendapatkan Maaf dari Suami yang Lagi Marah Disertai Doa Meluluhkan Hati

Penulis: Dika Pradana
Editor: Dika Pradana
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tips mengatasi suami yang mudah marah

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Baru saja ketahuan bohong? Ini 5 tips ampuh mendapatkan maaf dari suami yang lagi marah besar disertai doa meluluhkan hati.

Bukanlah hal yang sulit untuk mendapatkan maaf dari suami yang sedang marah besar jika Anda mengikuti lima tips ampuh berikut ini diiringi dengan membaca doa meluluhkan hati.

Mempraktikkan lima tips ampuh berikut ini disertai dengan memanjatkan doa meluluhkan hati akan membuat hubungan rumah tangga Anda kembali harmonis.

Baca juga: 8 Tips Rumah Tangga Harmonis sesuai Ajaran Rasulullah, Dijamin Sakinah Mawadah Warohmah: Buktikan!

Lima trik ampuh berikut ini mampu meluluhkan hati suami yang sedang dipenuhi kemarahan.

Oleh karena itu, simak artikel ini hingga tuntas dan mulailah praktikan lima tips ampuh tersebut dengan benar.

Berikut lima tips ampuh mendapatkan maaf dari suami yang sedang marah:

Ilustrasi - Suami istri bertengkar. (Eva.vn)

1. Berpikir Tenang dan Rasional

Saat suami marah, penting bagi istri untuk bersikap tetap tenang dan rasional.

Jangan membalas marah dengan marah dalam momen tersebut.

Coba kendalikan emosi Anda, dan pertimbangkan bahwa marah bisa menjadi cara ekspresi perasaan yang mungkin timbul dari stres atau tekanan lainnya.

Baca juga: 7 Langkah Cerdas Orangtua Mendidik Anak Agar Menghargai Perbedaan, Junjung Toleransi Pancasila

ILUSTRASI cowok marah dan kekasihnya meminta maaf (NET)

2. Memberikan Ruang dan Waktu

Memberikan ruang dan waktu bagi suami untuk merenung dapat membantu meredakan emosinya.

Terkadang, orang perlu waktu sendiri untuk memproses perasaan mereka.

Jangan paksakan untuk segera membicarakan masalah jika suasana hati masih sangat memanas.

Baca juga: Dear Jomblo: Ini 6 Cara Jitu Temukan Cinta Sejati, Belajar dari Kisah Habibie-Ainun, Sehidup Semati

3. Ajukan Pertanyaan dan Dengarkan dengan Empati

Halaman
123