- Kepala Desa Haji Eka Surya Setiawan
- anggota Sekretariat PPS, Puji Setiabudi
- operator desa, Afifudin
- Bendahara desa, Ahmad
- Ketua RT 03, Sutarman
- Ketua RW 02, Enjet
Memed mengaku melihat 7 perangkat desa dan sejumlah masyarakat itu dipimpin oleh Camat Rudiyanto melakukan yel-yel paslon 02.
Memed lalu menindaklanjuti hal itu dengan melaporkan peristiwa itu ke Bawaslu setempat.
Baca juga: Gagal di Pilpres, Ganjar Jadi Rakyat Biasa, Pindah KTP Sleman, Berbaur Warga, Tarawih di Masjid
Dari kejadian itu sudah ada 18 orang yang dipanggil Bawaslu.
Sayangnya, Memed tidak menerima laporan tindak lanjut yang dilakukan oleh Bawaslu.
Ketua MK menanyakan apakah Memed ikut kegiatan itu.
"Orang-orang itu (perangkat desa) sudah tahu kalau saya kader PDI Perjuangan," jelas Memed.
Memed lalu kembali menceritakan secara detail soal kegiatan penyimpangan kepala desa yang terjadi pada Selasa (5/3/2024).
Baru pada tanggal 7 Maret, Memed baru melaporkan adanya kegiatan itu ke Panwas.
Berasa tak puas karena cuma cerita, Memed lalu mencoba mempraktekkan apa yang dia lihat, terlebih Ketua MK juga ingin tahu bagaimana rincian kegiatannya.
"Mohon maaf saya praktekkan ya, sebentar saya berdiri," kata Memed sembari langsung berdiri dari tempat duduknya.
Memed menjelaskan banyak orang berbaris di depan rumah Ketua RT.
"Pak Camat di depan, yang di sininya Kepala Desa, yang di sininya ada tokoh masyarakat," kata Memed sambil memperagakan memakai kedua tangannya.
Baca juga: Tepok Jidat, Ketua KPU Hasyim Asy’ari Ditegur Ketua MK Gara-gara Salah Sebut Posisi di Sidang PHPU
"Kami relawan Iing siap untuk memenangkan Prabowo-Gibran satu putaran, siap!!" diikuti oleh masyarakat yang ada di situ.
Posisi camat ada di depan mereka yang yel-yel.