Jawaban:
Transformasi pengelolaan kinerja saat ini merupakan sebuah langkah maju yang signifikan dalam dunia kerja.
Pergeseran paradigma dari penilaian berbasis target kuantitatif semata menuju pendekatan yang lebih holistik dan berfokus pada pengembangan individu, tim, dan organisasi secara keseluruhan, patut diapresiasi.
Beberapa aspek positif dari transformasi ini antara lain:
1. Fokus pada pengembangan:
Penilaian kinerja tidak lagi sekadar mengevaluasi pencapaian masa lalu, melainkan lebih diarahkan pada identifikasi potensi, penentuan area pengembangan, dan penyusunan rencana pengembangan karier.
2. Pendekatan yang lebih kolaboratif:
Proses penilaian melibatkan partisipasi aktif dari karyawan, sehingga mereka merasa lebih dihargai dan memiliki kepemilikan atas tujuan kinerja mereka.
3. Pengukuran yang lebih komprehensif:
Kinerja tidak hanya dinilai berdasarkan output kuantitatif, tetapi juga mencakup kualitas kerja, perilaku, kontribusi terhadap tim, dan alignment dengan nilai-nilai organisasi.
4. Penggunaan teknologi:
Penerapan teknologi dalam pengelolaan kinerja memungkinkan proses menjadi lebih efisien, transparan, dan data-driven.
Namun, beberapa tantangan dan pertimbangan perlu diperhatikan:
1. Perubahan budaya organisasi:
Mengubah budaya organisasi yang sudah mapan menjadi budaya yang lebih berorientasi pada pengembangan membutuhkan waktu dan komitmen yang kuat dari seluruh pihak.