2. Definisi kinerja yang jelas:
Penting untuk memiliki definisi kinerja yang jelas dan disepakati bersama agar proses penilaian menjadi lebih objektif dan adil.
3. Keterampilan manajer:
Manajer perlu memiliki keterampilan yang memadai untuk melakukan percakapan kinerja yang efektif dan memberikan umpan balik yang konstruktif.
4. Sistem yang terintegrasi:
Sistem pengelolaan kinerja perlu diintegrasikan dengan sistem manajemen talenta lainnya, seperti pengembangan karier dan kompensasi.
Secara keseluruhan, transformasi pengelolaan kinerja merupakan langkah yang tepat untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif, inovatif, dan berkelanjutan.
Namun, keberhasilan transformasi ini sangat bergantung pada komitmen dari seluruh pihak, mulai dari pimpinan tertinggi hingga karyawan tingkat bawah.
Semoga artikel ini membantu!
Semoga beruntung!
(TribunNewsmaker/ TribunSumsel)