Pada saat yang sudah ditentukan, kematian akan menjemput setiap manusia. Itu artinya, kehidupan di dunia hanya sebentar dan sementara. Banyak orang menjadi takabur karena melupakan hal ini. Mereka mengira bahwa kehidupan dunia kekal selamanya, hingga lupa bekal hidup di akhirat.
Berdasarkan narasi tersebut, bekal hidup di akhirat berupa ….
A. pangkat, kedudukan dan jabatan
B. kekayaan harta yang melimpah
C. amal shaleh yang dilakukan dengan ikhlas
D. banyaknya keturunan
E. luasnya pergaulan dan teman dekat
Jawaban: C
10. Perhatikan hadis berikut ini!
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ : إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَيأْكل الحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُل النار الحطب . (رواه ابوداود)
Kandungan hadis tersebut adalah ….
A. sifat riya’ akan menyebabkan pelakunya rugi di akhirat kelak
B. sifat sum’ah akan menghilangkan semua pahala kebaikan
C. sifat takabur sangat dibenci oleh Allah Swt karena merupakan sifat-Nya
D. sifat hasad dapat memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar
E. sifat berfoya-foya berpengaruh terhadap kondisi perekonomian
seseorang
Jawaban: D
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan jawaban yang benar!
1. Secara kodrat alamiah, manusia memang memiliki tabiat mencintai harta. Pada saat uang dan hartanya melimpah, perilakunya bisa berubah menjadi lebih konsumtif.
Mengapa bisa demikian? Bagaimana caranya agar terhindar dasi sifat konsumtif?
Jawaban:
Karena saat manusia memiliki uang dan hara melimpah, secara psikologis ia merasa bisa membeli dan memiiki segalanya, meskipun sebenarnya bisa berakibat pada berkurangnya uang mereka.
Bahkan bisa melakukan pembelian yang tergesa-gesa terhadap suatu barang jika barang itu terlihat bagus dan ingin segera memilikinya tanpa melakukan riset dulu terhadap barang itu.
Maka dari itu, agar tidak konsumtif, maka tanamkanlah sifat hemat dan mindset bahwa seberapa banyaknya uang pasti akan berkurang dan habis, entah itu digunakan secara cermat maupun secara boros.
Dengan demikian maka orang akan lebih cermat dalam menggunakan uang dan hartanya.
2. Sifat berfoya-foya akan berdampak negatif dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah memicu frustasi dan tekanan batin, takut hartanya habis. Mengapa hal ini bisa terjadi? Jelaskan!
Jawaban:
Karena saat berfoya-foya, secara tidak sadar ia telah menggunakan uang untuk hal-hal tidak berguna bagi kehidupannya.
Setelah puas berfoya-foya, barulah ia menyadari bahwa seberapa banyak uang pasti akan cepat habis jika tidak digunakan secara cermat atau berfoya-foya.
Maka dari itu, ia pun mengalami kecemasan bahwa uangnya akan cepat habis selama masih menerapkan kebiasaan berfoya-foya.
3. Sifat riya’ dan sum’ah bisa muncul pada diri seseorang pada saat melakukan ibadah ataupun setelah melakukannya. Rasulullah Saw. menegaskan bahwa riya’ termasuk syirik khafi. Jelaskan apa yang dimaksud dengan syirik khafi!
Jawaban:
Syirik Khafi merupakan salah satu syirik yang menunjukkan bahwa kecyirikannya tersembunyi dan tidak tersadari secara langsung.
Syirik khafi merupakan salah satu bagian amalan yang harus dijauhkan oleh seorang muslim karena termasuk perbuatan yang menyebabkan dosa.
4. Ditinjau dari bentuknya, riya’ dibagi menjadi dua, yaitu riya’ dalam niat dan riya’ dalam perbuatan. Sebutkan sebuah contoh riya’ dalam niat!
Jawaban:
Berikut contoh riya' dalam niat
a. Sering mengikuti salat berjama'ah agar dinilai orang sebagai orang yang saleh
b. Seseorang menyantuni anak yatim di hadapan banyak orang dengan maksud orang banyak meni lai dirinya sebagai orang dermawan dan baik hati
c. Sedekah, infak, memberi zakat karena takut apabila disebut bakhil atau kikir
d. Seorang siswa melaksanakan tugas piket setelah guru masuk kelas, dengan harapan guru tersebut melihat bahwa siswa tersebut tergolong siswa yang rajin.
5. Salah satu sifat tercela yang termasuk dosa besar adalah takabur. Oleh karenanya setiap umat Islam harus berusaha sekuat tenaga untuk menghindari sifat tersebut. Sebutkan ciri-ciri orang yang bersifat takabur!
Jawaban:
Ciri-ciri takabur adalah suka memuji diri sendiri, meremahkan orang lain, mencela, atau menghina orang. Selain itu suka membesar-besarkan kesalahan orang lain meski hanya kesalahan sepele.
Takabur merupakan salah satu sikap tercela, terlarang, dan harus dihindari.
Selamat mengerjakan!
Semoga beruntung!
Cobalah kerjakan ini secara mandiri terlebih dahulu!
Dengan begitu, kalian akan dengan mudah mengukur kecerdasan yang kalian miliki.
(TribunNewsmaker.com/TribunSumsel)