Profil Kepala Daerah

Rekam Jejak Ratu Dewa Wali Kota Palembang yang Dilantik Prabowo, Dulunya Anak Kampung

Editor: Candra Isriadhi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

RATU DEWA - Ratu Dewa saat masih menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang diunduh dari Dokumen Sripoku.com Senin (17/2/2025). Ratu Dewa menjadi Wali Kota dengan harta paling sedikit di Sumatera Selatan.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Rekam jejak Ratu Dewa Wali Kota Palembang yang dilantik Prabowo, dulunya anak kampung.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa dilantik pada Kamis (20/2/2025) oleh Presiden Prabowo Subianto.

Pelantikan Wali Kota Palembang Ratu Dewa dilakukan di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Ratu Dewa kini resmi menjabat sebagai Wali Kota Palembang periode 2025-2030.

Sosok Ratu Dewa sebelumnya ditetapkan menjadi pemenang Pilkada 2024 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang.

Hasil rekapitulasi suara Pilkada Kota Palembang 2024 menetapkan Ratu Dewa  sebagai Wali Kota terpilih dengan wakilnya Prima Salam.

Baca juga: Rekam Jejak Zainal Paliwang Gubernur Kalimantan Utara yang Dilantik Prabowo, Putra Asli Makassar

Profil Ratu Dewa

Ratu Dewa lahir di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) pada 7 Juli 1969 (55 Tahun) sebagai anak ke-8 dari 9 bersaudara dari pasangan Cik Den Tambun dan Zalipah.

Ia tinggal di Kota Palembang, Sumatera Selatan. 

Sebelum menjadi Walikota terpilih Palembang, Ratu Dewa pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Palembang, lalu ia diangkat menjadi pelaksana jabatan (PJ) Walikota Palembang pada 18 September 2023.

RATU DEWA - Ratu Dewa saat masih menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang diunduh dari Dokumen Sripoku.com Senin (17/2/2025). Ratu Dewa menjadi Wali Kota dengan harta paling sedikit di Sumatera Selatan. (SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH)

RIWAYAT PENDIDIKAN

Ratu Dewa menyelesaikan pendidikan S2 di Universitas Sriwijaya dengan gelar M. Si (2006-2008.

Sebelumnya ia menyelesaikan S1 di IAIN Raden Fatah dengan gelar Drs (1988-1992). 

Akrab disapa Kak Dewa ini juga pernah bersekolah di   SMA   GAJAH MADA (1984-1987), SMP   GAJAH MADA (1981-1984) dan SDN RANTAU SIALANG (1975-1981). 

Rekam Jejak Ratu Dewa

Dikenal sebagai sosok birokrat yang rendah hati, nama Ratu Dewa tidak asing bagi masyarakat Palembang. Kariernya di pemerintahan telah lama ia rintis, hingga akhirnya dipercaya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang.

Sebelum terjun ke dunia politik, Ratu Dewa sempat menjabat sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota Palembang menggantikan Harnojoyo yang masa jabatannya berakhir pada Senin (18/9/2023).

Setelahnya, ia kembali ke posisi Sekda hingga mengajukan pensiun dini per 1 Agustus 2024 demi maju dalam Pilkada Palembang.

Di tengah perjalanan politiknya, Ucok Abdul Rauf kemudian dilantik menjadi Pj Wali Kota Palembang menggantikan Ratu Dewa. Pelantikan ini dilakukan oleh Pj Gubernur Sumatera Selatan, Agus Fathoni, di Griya Agung pada Rabu (19/6/2024).

Dari Anak Kampung Menjadi Pemimpin Kota Besar

Cerita Ena ibu tunggal bersama tiga anaknya tinggal di rumah reot belasan tahun, keluarga Ena mendapat bantuan bedah rumah Palembang Peduli. Ena saat menerima kedatangan Sekda Palembang Ratu Dewa ke rumahnya tanda rumah akan dibedah, Senin (12/6/2023). (HANDOUT)

Lahir di Muarakuang, Ogan Komering Ilir, pada 7 Juli 1969, Ratu Dewa tumbuh dengan berbagai tantangan.

Ia kerap dipandang sebelah mata karena berasal dari desa, tetapi justru menjadikan hal itu sebagai motivasi untuk terus berjuang.

"Anak desa yang sering dipandang sebelah mata, tidak pantas memimpin apalagi sekelas kota besar."

"Alhamdulillah, semua itu menjadi motivasi untuk bekerja lebih giat dan semangat," tulisnya dalam akun Ratu Dewa Portrait.

Ia juga menegaskan bahwa latar belakang seseorang bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan.

"Jangan khawatirkan latar belakang, ekonomi keluarga, pendidikan, dll. Selama kita tulus, ikhlas, dan bersemangat melakukan hal baik dan positif, Insya Allah, Allah SWT yang paling tahu mana yang terbaik untuk setiap hamba-Nya," tambahnya.

Pesan sang ibunda, Hj. Zalipah, selalu terpatri dalam dirinya. "Pesan wongtuo, Wan (Iwan, panggilan akrabnya) jangan sombong, jangan pernah berubah. Jangan mentang-mentang jadi wong tinggi, laju berubah. Kalau ado wong tuo dari dusun, sujudi," kenangnya.

(TribunNewsmaker.com/TribunBatam.id)