Kuasa Hukum salah satu penculik EW atau Eras, Adrianus Agal , mengungkap sosok yang menurut Eras dan ketiga temannya untuk melakukan penculikan.
Kata dia orang itu berinisial F, diduga oknum aparat.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen (Mar) Freddy Ardianzah membantah rumor aparat TNI di balik kasus itu.
"Jangan percaya rumor," kata Freddy saat dihubungi Tribunnews.com pada Selasa (26/8/2025).
Menurut Adrianus, Eras yang mengenal F sehingga ia ditawari pekerjaan dengan menjemput paksa Ilham Pradipta.
Eras dijanjikan uang puluhan juta rupiah sebagai imbalannya.
Dia membantah Eras dan kawan-kawan adalah penculik bayaran.
Katanya Eras melakukan itu semata-mata karena kebutuhan atau motif ekonomi.
Adrianus juga mengungkap profesi sebenarnya dari Eras dan tiga rekannya yang diketahui menculik Ilham Pradipta, tanpa mengetahui adanya rencana pembunuhan.
"E yang saya mau bicara di sini, bahwa Eras ini adalah sebelumnya kickboxer atau atlet kickboxing," kata Adrianus dalam perbincangan di channel YouTube @Kompas.com, Selasa (26/8/2025).
Menurut Adrianus, Eras juga bekerja sebagai petugas keamanan serta debt collector.
"Pekerjaan utama juga itu, sebagai keamanan. Dan mereka juga sebagai debt collector begitu," ungkap Adrianus.
Pekerjaan sampingan pelaku
Saat ditanya apakah Eras dan ketiga rekannya bekerja di satu instansi atau perusahaan dalam profesinya sebagai keamanan dan debt collector, Adrianus mengaku tidak.
"Untuk bekerja di satu instansi tidak tapi mereka profesional," ujar Adrianus.