"Betapa pun orang, sudahlah percayakan kepada seorang penguasa yang bagus, itu risikonya tetap ada. Karena kalau penguasa tanpa diimbangi DPR, itu bisa sewenang-wenang," sambung Mahfud.
Dengan kehadiran DPR, Mahfud mengatakan, rakyat masih memiliki waktu untuk mengevaluasi, meski DPR memang buruk.
Sebab, pada prinsipnya Indonesia adalah negara demokrasi.
"Kalau demokrasi ada DPR, seumpama buruk pun, masih ada waktu mengevaluasi, melalui pemilu, masih ada waktu kita untuk mengkritik, sehingga keseimbangan terus jalan," ucapnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, dapat sorotan publik karena dianggap arogan.
Saat itu, politisi Partai NasDem ini menyebut hanya orang tolol sedunia yang menuntut pembubaan DPR RI.
Ternyata, ucapan Sahroni yang keras itu juga mendapat respons dari eks Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno.
Dalam unggahannya di Instagram, Selasa (26/8/2025), ia mengaku sakit hati dengan ucapan Sahroni.
"Sebagai purnawirawan Polri, saya merasa sakit hati dengan ucapan itu," ucapnya.
"Saya ini juga bagian dari masyarakat Indonesia. Jadi, kalau masyarakat disebut tolol, saya juga termasuk di dalamnya," imbuh Oegroseno.
Menurutnya, pernyataan tersebut tidak pantas keluar dari seorang wakil rakyat yang dipilih langsung oleh masyarakat.
"Tidak sepantasnya orang yang dipilih rakyat, memberikan pernyataan ini," tandasnya.
(TribunNewsmaker.com/WartaKotalive.com)