"Kita amat terpukul dan geram atas wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang meninggal tragis saat menyuarakan hak. Hidup muda penuh harapan terenggut dalam perjuangan keadilan.
Kepada keluarga almarhum, doa dan dukungan kita menyertai. Tidak ada yang dapat mengobati luka kehilangan putra tercinta." tulis Anies di Instagram.
Ia mendesak agar kasus Brimob lindas driver ojek online diusut secara transparan.
"Kita mendesak investigasi transparan dan proses hukum tegas. Langkah Kapolri dengan permintaan maaf terbuka harus dituntaskan dengan penegakan hukum konsekuen." kata Anies.
Selain itu Anies Baswedan juga menyemprot anggota DPR RI yang meremehkan dan semena-mena pada masyarakat.
Demo di DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat didasar kenaikan tunjangan rumah sebesar Rp 3 juta per hari.
Kemarahan publik juga disulut kelakuan anggota DPR RI seperti Nafa Urbach, Eko Pratrio dan Ahmad Sahroni yang meledek masyarakat.
"Ke depan, penyampaian aspirasi harus tetap bisa dilakukan tanpa rasa takut.
Namun, bagaimana rakyat dituntut menyampaikan aspirasi dengan damai jika wakil rakyat dan penyelenggara negara berperilaku semena-mena dan berkomentar semaunya yang meremehkan akal sehat publik?
Tuntutan penyampaian aspirasi damai harus diimbangi kesediaan mendengarkan dan mempertimbangkan aspirasi secara serius dan beradab, bukan malah meremehkan hingga memantik kemarahan dan keputusasaan publik," tulis Anies Baswedan.
Ahmad Sahroni beberapa waktu lalu menghina masyarakat dengan menyebut pihak yang bicara bubarkan DPR merupakan manusia tolol.
"Mental manusia yang begitu adalah mental manusia tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma mental bilang bubarin DPR, itu adalah orang tolol sedunia," katanya.
Sementara Nafa Urbach mendukung tunjangan rumah Rp 50 juta untuk anggota DPR.
Ia berdalih bahwa anggota DPR dari luar daerah butuh menyewa rumah di dekat Senayan.
"Jadi rumah jabatan itu sekarang sudah dikembalikan ke pemerintah. Jadi sekarang itu mendapat kompensasi untuk kontrak," katanya.
Sedangkan Eko Pratrio dihujat setelah membuat video parodi sound horeg yang dinilai menantang rakyat.
"Enggak ada (maksud apa-apa). Malah jauh banget itu (tafsirnya). Seandainya ada yang bagaimana-bagaimana, ya saya sebagai pribadi minta maaf lah," kata Eko Patrio.
(TribunNewsmaker.com/TribunnewsBogor.com)