Demo Buruh

Dulu Sekuriti, Affan Kurniawan Telepon Polisi Usai Tangkap Maling, Kini Tewas Dilindas Rantis Brimob

Editor: ninda iswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

OJOL DILINDAS BRIMOB- Edi (50) tetangga sekaligus mantan rekan kerja almarhum semasa menjadi sekuriti komplek, saat ditemui Tribunnews.com di rumah duka, di Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025). Edi mengungkapkan Affan Kurniawan pernah membantu menggagalkan aksi pencurian rumah saat dia bekerja sebagai sekuriti kompleks beberapa tahun silam.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Affan Kurniawan (21) dulunya sempat bekerja sebagai sekuriti kompleks di kawasan dekat rumahnya di Jakarta Pusat, sebelum akhirnya beralih profesi menjadi pengemudi ojek online (ojol).

Tragisnya, Affan meninggal dunia setelah terlibat insiden saat pembubaran massa demo buruh di Kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam.

Ia tewas setelah tertindih oleh kendaraan taktis (Rantis) Brimob.

Edi (50), tetangga sekaligus mantan rekan kerja Affan saat sama-sama bertugas sebagai sekuriti, mengenang sosok almarhum dengan penuh haru.

Ia bercerita bahwa Affan mulai bekerja sebagai sekuriti sekitar tahun 2022, sementara Edi sendiri sudah lebih dulu menekuni pekerjaan tersebut.

Baca juga: Affan Kurniawan Tewas Dilindas Rantis Brimob, Tinggal di Kontrakan Berisi 7 Orang: Diandalkan Ibunya

Menurut Edi, Affan adalah pribadi yang sederhana, ramah, dan punya selera humor yang ringan.

"Dia orangnya biasa, baik, suka bercanda-canda kalau lagi jaga," ujar Edi saat ditemui Tribunnews.com di kediaman duka Affan, Jumat (29/8/2025).

Saat bertugas, Affan kerap melakukan piket malam menjaga keamanan kompleks perumahan yang bersebelahan dengan perkampungan tempat tinggalnya.

Dalam beberapa kesempatan, Edi mengenang, Affan pernah menunjukkan keberaniannya dengan membantu menggagalkan aksi pencurian di lingkungan itu.

"Dia kan jaga malam waktu itu. Pernah ada rumah yang dinaikin maling. Dia setelah tahu itu langsung telepon polisi. Akhirnya gagal (aksi pencurian)," ungkap Edi.

Selain itu, Edi juga mengungkapkan bahwa Affan pernah bercerita mengenai kekhawatirannya selama bertugas sebagai sekuriti.

Kekhawatiran itu muncul karena tingginya tingkat kriminalitas di kawasan mereka bertugas.

Meski demikian, Affan tetap menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan semangat, hingga akhirnya harus menghadapi nasib malang yang begitu tragis.

Tulang Punggung Keluarga

Affan bersama keluarganya tinggal mengontrak di Jalan Tayu, Menteng, Jakarta Pusat.

Halaman
12