"Itu saya hantam saja. Karena kalau nggak saya terobos itu, selesai sudah. Massa penuh," pungkasnya.
Jusuf Kalla: DPR Asal Bicara, Hina Rakyat
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), menanggapi soal demo besar-besaran di sejumlah wilayah di Indonesia.
Ia menilai pemicu gelombang demonstrasi adalah karena sikap anggota DPR RI yang bicara sembarangan dan cenderung merendahkan masyarakat.
JK pun mengingatkan, sebagai wakil rakyat, sudah seharusnya berhati-hati ketika menanggapi kritik publik.
Pasalnya, apabila pernyataan yang keluar justru menyinggung perasaan masyarakat, bisa memicu gejolak sosial.
"Jangan bicara asal-asal dan jangan menghina masyarakat. Ini semua yang menjadi penyebab daripada masalah," kata JK dalam sebuah video yang diterima Kompas.com, Jumat.
JK meminta para pejabat, terutama anggota DPR, untuk menahan diri dan menjadikan peristiwa kerusuhan beberapa hari terakhir sebagai pelajaran berharga.
"Bagi para pejabat, para anggota DPR, untuk menahan diri. Ini harus menjadi pelajaran yang besar," tegasnya.
Aksi unjuk rasa pertama kali terjadi pada Senin (25/8/2025), buntut polemik gaji dan tunjangan DPR RI.
Aksi kemudian berlanjut pada Kamis (28/8/2025), yang berujung pada tewasnya Affan Kurniawan.
Kematian Affan membuat publik geram sehingga gelombang demonstrasi meluas ke berbagai wilayah Indonesia.
Aksi-aksi itu di antaranya digelar di Gedung DPRD Sumatra Utara (Sumut), Mapolda Sumatra Barat (Sumbar), Gedung DPRD Jambi, Polda Metro Jaya, Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Mapolda Jateng, Mako Brimob Batalyon C Solo, Mapolda DIY, Mapolda Kalteng, dan Gedung DPRD Makassar.
(Tribunnewsmaker.com/Tribunnews.com)