Breaking News:

10 Negara yang Relatif Aman Jika Perang Dunia 3 Benar-benar Pecah, Indonesia Masuk Daftar

Di tengah ketegangan global, sejumlah negara dinilai relatif lebih aman dari dampak Perang Dunia 3 karena geografis, netralitas dan sumber daya.

Editor: Delta Lidina
X.COM/@AryJeay
PERANG IRAN AS - Kepulan asap akibat serangan Iran di negara-negara tetangga saat terjadi perang melawan Amerika Serikat. Di tengah ketegangan global, sejumlah negara dinilai relatif lebih aman dari dampak Perang Dunia 3 karena faktor geografis, netralitas, dan ketahanan sumber daya. 

7. Chile

Chile terlindungi Pegunungan Andes dan memiliki garis pantai panjang di Pasifik, serta infrastruktur yang relatif maju.

Baca juga: Militer Qatar Kocar-kacir Cegah Rudal Balistik Iran yang Masuk Wilayahnya, AS-Israel Sibuk Menyerang

8. Antartika

Antartika hampir tidak memiliki nilai strategis militer dan sangat jauh dari pusat kekuatan global, menjadikannya sering disebut paling aman dalam skenario ekstrem.

Wujud benua Antartika
Wujud benua Antartika (Gabriel Kuettel from Pexels)

9. Fiji

Fiji terletak sekitar 2.700 mil dari Australia dan memiliki keterlibatan militer terbatas, dengan sumber daya alam yang cukup untuk bertahan.

10. Selandia Baru

Selandia Baru berada di belahan bumi selatan dan jauh dari pusat ketegangan geopolitik, serta memiliki sektor pertanian kuat untuk menopang kebutuhan domestik.

Mengapa Negara-Negara Ini Dianggap Lebih Aman?

Penilaian terhadap sejumlah negara yang disebut relatif aman dalam skenario Perang Dunia 3 umumnya bertumpu pada pola yang sama: letak geografis terpencil, jumlah penduduk yang tidak besar, serta minim keterlibatan dalam aliansi militer global.

Isolasi geografis menjadi faktor utama. Negara atau wilayah yang jauh dari pusat kekuatan dunia dinilai memiliki kemungkinan lebih kecil terseret langsung dalam konflik bersenjata. Selain itu, populasi yang relatif kecil dan ketiadaan instalasi militer strategis membuatnya tidak menjadi target prioritas.

Netralitas politik juga memainkan peran penting. Negara yang tidak berpihak pada blok kekuatan besar cenderung memiliki risiko lebih rendah untuk dijadikan sasaran serangan balasan atau operasi militer.

IRAN VS AS-ISRAEL - Garda Revolusi Iran menyerang kapal angkatan laut dalam latihan militer di Selat Hormuz, 25 Februari 2015. Ketegangan Amerika Serikat-Iran meningkat, seiring 10 kapal perang AS mengepung Iran pada akhir Januari 2026.
IRAN VS AS-ISRAEL - Garda Revolusi Iran menyerang kapal angkatan laut dalam latihan militer di Selat Hormuz, 25 Februari 2015. Ketegangan Amerika Serikat-Iran meningkat, seiring 10 kapal perang AS mengepung Iran pada akhir Januari 2026. (KOMPAS.com/FARS/HAMED JAFARNEJAD)

Aspek ketahanan pangan dan sumber daya alam turut menjadi pertimbangan. Dalam skenario perang nuklir, ancaman terbesar bukan hanya ledakan awal, melainkan dampak lanjutan seperti fenomena nuclear winter yang dapat menurunkan suhu global, merusak ekosistem, dan mengganggu produksi pertanian dunia.

Para ahli menilai negara dengan sistem produksi pangan mandiri, ketersediaan air bersih, serta cadangan energi domestik memiliki peluang bertahan lebih besar dibandingkan negara yang sangat bergantung pada impor bahan pokok dan energi.

Apakah Ada Negara yang Benar-Benar Aman?

Meski daftar “10 negara paling aman” kerap beredar, para analis menegaskan tidak ada wilayah yang sepenuhnya kebal dalam konflik global modern.

Perkembangan teknologi persenjataan jarak jauh, rudal balistik antarbenua, hingga perang siber membuat batas geografis bukan lagi perlindungan absolut. Dampak perang besar juga bersifat lintas negara, terutama dalam hal ekonomi, rantai pasok, stabilitas keuangan, dan krisis pangan.

Halaman 2/3
Tags:
Perang Dunia 3IndonesiaAmerika SerikatIsrael
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved