Breaking News:

Iran vs AS

Konflik Memanas! Iran Siapkan Langkah Keras Lawan Blokade AS di Selat Hormuz: Manfaatkan Perbatasan

Iran siapkan langkah keras lawan blokade AS di Selat Hormuz, ketegangan global makin memanas.

Editor: Eri Ariyanto

Ringkasan Berita:
  • Amerika Serikat memblokade pelabuhan Iran di Selat Hormuz untuk menekan ekonomi Teheran, memicu ketegangan baru di kawasan.
  • Iran menegaskan tidak terpengaruh dan akan memanfaatkan ribuan kilometer perbatasan darat dan laut sebagai jalur perdagangan alternatif.
  • Meski begitu, blokade ini dinilai tetap berdampak besar pada ekspor minyak dan perdagangan utama Iran ke berbagai negara.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Konflik di kawasan Selat Hormuz kembali memanas setelah Amerika Serikat resmi memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, langkah yang langsung memicu reaksi keras dari Teheran.

Sebagai salah satu jalur energi paling vital di dunia yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak global, Selat Hormuz kini menjadi titik panas geopolitik internasional.

Iran menilai kebijakan blokade tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan dan ancaman serius terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.

Pemerintah Iran pun menegaskan tidak akan tinggal diam dan telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menghadapi tekanan Washington.

Di sisi lain, Amerika Serikat berdalih bahwa kebijakan ini bertujuan menekan Iran agar membuka kembali jalur pelayaran internasional yang dianggap terganggu.

Ketegangan yang terus meningkat ini membuat situasi di Teluk Persia semakin tidak menentu dan berdampak pada pasar energi dunia.

Banyak pihak menilai bahwa setiap eskalasi di wilayah ini berpotensi memicu krisis global yang lebih luas.

Kini dunia menanti langkah lanjutan dari kedua negara yang bisa menentukan arah stabilitas keamanan dan ekonomi internasional.

Baca juga: Heboh! Trump Unggah Lalu Hapus Gambar AI Mirip Yesus, Alasan Konten Kontroversial Dihapus Terbongkar

Seperti diketahui, Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni mengatakan Iran tidak akan terpengaruh oleh blokade yang dilakukan Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz.

Dia menyebut, Iran memiliki lebih dari 8.000 kilometer perbatasan darat dan laut yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan perdagangan.

Dikutip dari Al Jazeera, Selasa (14/4/2026), Momeni menginstruksikan para pejabat di provinsi-provinsi perbatasan Iran untuk memfasilitasi impor barang-barang penting guna menetralisir ancaman blokade angkatan laut AS.

Seperti diketahui, AS mulai memblokade Selat Hormuz pada Senin (13/4/2026), untuk memberikan tekanan ekonomi tambahan pada Iran dengan memutus salah satu sumber pendapatan yang tersisa.

Para analis menilai, blokade ini dapat menimbulkan kerusakan dampak pada ekonomi Iran. Sebab, sebagian besar ekspor minyak dan gas Iran dilakukan melalui pelabuhan dan melewati selat tersebut.

Selat Hormuz dilewati oleh 20 persen pasokan minyak dan gas dunia pada masa damai. Saat perang Iran pecah pada 28 Februari 2026, Teheran langsung menutup aksesnya.

Keputusan ini justru membuat ekspor Iran melalui selat tersebut meningkat pada Maret dan awal April. Karena hanya kapal mereka dan beberapa negara sahabat yang boleh melewatinya.

Halaman 1/2
Tags:
IranAmerika SerikatSelat Hormuz
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved