Breaking News:

Berita Viral

Niat Terselubung Netanyahu Bombardir Iran Sebelum 30 Maret Terkuak, Israel Minta AS Ikut Serta

Menjelang pemilihan umum (pemilu) Israel yang wajib digelar paling lambat 27 Oktober 2026, dinamika politik di Negeri Zionis kian memanas.

Tayang:
Editor: Candra Isriadhi

Ringkasan Berita:
  • Menjelang pemilu Israel paling lambat 27 Oktober 2026, perang dengan Iran disebut memberi peluang bagi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk memulihkan citra politiknya.
  • Sejumlah analis menilai stabilitas politik domestik Israel sangat ditentukan oleh arah dan durasi perang yang sedang berlangsung, karena berdampak langsung pada posisi dan keberlangsungan pemerintahan Netanyahu.
  • Netanyahu diduga menyerang Iran sebelum tenggat politik 30 Maret untuk menunda pengesahan anggaran negara. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Menjelang pemilihan umum (pemilu) Israel yang wajib digelar paling lambat 27 Oktober 2026, dinamika politik di Negeri Zionis kian memanas.

Perang melawan Iran disebut-sebut menjadi momentum krusial bagi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk memulihkan citranya yang merosot tajam usai serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Sejumlah analis menilai, arah dan durasi konflik yang sedang berlangsung saat ini akan sangat menentukan masa depan politik Netanyahu.

KONFLIK ISRAEL - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
KONFLIK ISRAEL - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Instagram @b.netanyahu)

Situasi domestik Israel dinilai berada di titik genting, di mana keputusan militer bisa berdampak langsung pada stabilitas pemerintahan.

“Sejumlah analis menyebut, dinamika politik domestik Israel kini sangat bergantung pada arah dan durasi perang yang tengah berlangsung.”

Tak hanya itu, Netanyahu pun diduga memiliki kalkulasi politik di balik langkah militernya.

Ia disebut sengaja menyerang Iran sebelum tenggat politik 30 Maret.

Langkah tersebut diyakini berkaitan dengan upaya menunda pengesahan anggaran negara yang sulit mendapat dukungan mayoritas di parlemen.

“Netanyahu pun diduga sengaja menyerang Iran sebelum tenggat politik 30 Maret, agar dapat menunda pengesahan anggaran yang sulit ia menangi dukungannya di parlemen.”

Baca juga: Respon Dwi Sasetyaningtyas Usai Pernyataan Menkeu Purbaya soal LPDP, Merasa Tersindir: Jangan Fitnah

Situasinya cukup krusial. Apabila Netanyahu gagal mengamankan pengesahan anggaran, maka pemerintahannya secara otomatis akan jatuh pada 1 April dan pemilu harus segera digelar.

Kondisi itu tentu menjadi ancaman serius bagi sang perdana menteri.

Dalam usia 76 tahun, ia dinilai akan memasuki masa kampanye dari posisi yang lemah, terlebih setelah tekanan politik yang muncul pascaserangan Hamas.

“Sebab, apabila Netanyahu tak mendapat pengesahan anggaran, pemerintahannya akan jatuh pada 1 April dan pemilihan umum harus digelar.”

Kini, publik Israel dan dunia internasional menanti bagaimana konflik dengan Iran berkembang.

Apakah benar perang ini menjadi jalan bagi Netanyahu untuk menguatkan kembali posisinya, atau justru menjadi bumerang politik di tengah ketidakpastian yang membayangi?

Popularitas Netanyahu digerus Perang Gaza

NETANYAHU BERPIDATO - Tangkapan layar YouTube PBB diambil pada Kamis (14/8/2025) memperlihatkan Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Negara Israel, menyampaikan pidatonya pada debat umum Sidang ke-78 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York pada 22 September 2023.
NETANYAHU BERPIDATO - Tangkapan layar YouTube PBB diambil pada Kamis (14/8/2025) memperlihatkan Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Negara Israel, menyampaikan pidatonya pada debat umum Sidang ke-78 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York pada 22 September 2023. (YouTube/United Nations)
Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Tags:
NetanyahuIsraelPerdana MenteriAmerika Serikat
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved