Iran vs AS
Larijani dan Khatib Tewas, Trump Belum Puas: Tegaskan Perang Iran Berlanjut Sampai Ancaman Hilang
Larijani dan Khatib tewas, Donald Trump belum puas: tegaskan perang Iran terus berlanjut hingga ancaman benar-benar tidak ada
Editor: Eri Ariyanto
Trump menegaskan bahwa intelijen AS memiliki bukti tak terbantahkan bahwa Iran berencana menyerang aset Amerika terlebih dahulu.
Fokus pada Operasi "Epic Fury"
Pentagon, melalui instruksi langsung dari Trump, telah mengerahkan bom bunker buster seberat 5.000 pon untuk menghancurkan fasilitas bawah tanah Iran.
Trump menyatakan bahwa strategi "America First" miliknya justru mewajibkan penghancuran ancaman sebelum menyentuh daratan Amerika.
"Kami tidak sedang melakukan pembangunan negara atau diplomasi yang sia-sia. Kami sedang menghancurkan mesin perang yang mengancam dunia," tambah Trump.
Serangan udara sejauh 1.600 km dari pangkalan AS kini telah melumpuhkan hampir 90 persen kapabilitas rudal pesisir Iran di sepanjang Selat Hormuz.
Situasi Global yang Kian Tegang
Kematian beruntun para pemimpin tertinggi Iran—mulai dari Ali Khamenei, Ali Larijani, hingga Esmaeil Khatib—menciptakan kekosongan kekuasaan yang luar biasa di Teheran.
Namun, Trump memperingatkan bahwa selama milisi pro-Iran masih bergerak, operasi militer tidak akan dihentikan.
Pernyataan Trump ini sekaligus menjadi sinyal bagi sekutu NATO dan negara-negara Teluk bahwa Amerika Serikat akan mengambil tindakan sepihak jika diperlukan untuk mengamankan jalur pelayaran global dan stabilitas energi.
(TribunNewsmaker.com/WartaKotalive.com)
| Kesepakatan Tercapai, Kapal Jepang Kembali Melintasi Selat Hormuz Usai Diplomasi dengan Iran Sukses |
|
|---|
| Donald Trump Murka! Detail Rahasia Perang Iran Bocor ke Publik, Jaksa Diminta Turun Tangan |
|
|---|
| Israel Tak Ingin AS & Iran Capai Kesepakatan hingga Damai, Siap Perang: Senang Jika Lakukan Serangan |
|
|---|
| Perang Iran vs AS, Jalur Darat Gurun Arab Jadi 'Napas' Baru Ekonomi Global Usai Selat Hormuz Lumpuh |
|
|---|
| Presiden Donald Trump Anggap Kesulitan Warga AS Tak Penting, Perangi Iran Lebih Jadi Prioritas |
|
|---|