Breaking News:

Iran vs AS

Larijani dan Khatib Tewas, Trump Belum Puas: Tegaskan Perang Iran Berlanjut Sampai Ancaman Hilang

Larijani dan Khatib tewas, Donald Trump belum puas: tegaskan perang Iran terus berlanjut hingga ancaman benar-benar tidak ada

Editor: Eri Ariyanto

Ringkasan Berita:
  • Tewasnya Ali Larijani dalam serangan Israel mengguncang kekuasaan Iran dan memicu eskalasi konflik.
  • Mojtaba Khamenei bereaksi keras, bersumpah membalas dan menegaskan Iran tak akan tinggal diam.
  • Situasi kian memanas dengan ancaman penutupan Selat Hormuz dan potensi perang lebih luas.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kematian Ali Larijani dan Esmail Khatib dalam serangan udara terbaru menjadi pukulan telak bagi elite kekuasaan Iran di tengah perang yang kian memanas.

Keduanya merupakan figur kunci dalam struktur keamanan dan intelijen, sehingga kepergian mereka langsung mengguncang stabilitas internal Teheran.

Serangan yang diklaim dilakukan Israel ini disebut sebagai bagian dari operasi besar untuk melumpuhkan kepemimpinan strategis Iran.

Di tengah eskalasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru menunjukkan sikap keras dan belum puas dengan hasil serangan.

Donald Trump menegaskan bahwa operasi militer akan terus berlanjut hingga seluruh ancaman dari Iran benar-benar dilenyapkan.

Pernyataan ini mempertegas bahwa konflik tidak akan berhenti dalam waktu dekat, bahkan berpotensi semakin meluas.

Di sisi lain, Iran mulai mengobarkan retorika balas dendam yang memperbesar risiko perang terbuka di kawasan Timur Tengah.

Dengan jatuhnya tokoh-tokoh penting dan meningkatnya tensi global, dunia kini menyoroti apakah konflik ini akan berubah menjadi perang besar yang sulit dikendalikan.

Baca juga: Respon Mojtaba Khamenei Usai Ali Larijani Tewas Dalam Serangan Israel: Bersumpah Balas Dendam

Seperti diketahui, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan pengumuman mengejutkan dalam konferensi pers yang disiarkan langsung dari Gedung Putih, Rabu (18/3/2026).

Di tengah berkecamuknya pertempuran di Timur Tengah, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat dan sekutunya, Israel, akan terus menekan hingga rezim Iran di Teheran kehilangan kemampuan militer dan nuklirnya secara permanen.

Dalam tayangan YouTube Times Now, konferensi pers ini dilakukan hanya beberapa jam setelah militer Israel (IDF) mengonfirmasi tewasnya Menteri Intelijen Iran, Esmaeil Khatib, menyusul kematian tokoh kunci Ali Larijani yang dianggap pemimpin Iran de facto, pada malam sebelumnya.

Trump Respons Mundurnya Joe Kent: Dia Lemah

Dalam sesi tanya jawab yang berlangsung panas, Trump menanggapi pengunduran diri Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional (NCTC), Joe Kent.

Kent sebelumnya mundur karena menentang perang di Iran yang ia sebut sebagai 'jebakan' lobi asing.

Trump dengan tegas menepis tuduhan tersebut.

"Joe Kent adalah pria yang baik, tapi dia sangat lemah dalam urusan keamanan. Membaca surat pengunduran dirinya justru membuat saya sadar bahwa memang lebih baik dia keluar dari pemerintahan saya," ujar Trump dari Oval Office.

Halaman 1/2
Tags:
Donald TrumpIranIsrael
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved