Iran vs AS
AS Ditinggal! Inggris Kumpulkan 40 Negara: Bahas Cara Membuka Jalur Pelayaran Minyak Selat Hormuz
Inggris kumpulkan 40 negara tanpa AS, bahas krisis jalur minyak Selat Hormuz yang memanas
Editor: Eri Ariyanto
Ringkasan Berita:
- Inggris mengumpulkan 40 negara tanpa Amerika Serikat untuk membahas pembukaan Selat Hormuz yang terdampak konflik.
- Pertemuan ini menekankan solusi diplomatik, mendesak Iran menghentikan pemblokadean jalur minyak global.
- Koalisi masih tahap awal tanpa keputusan konkret, namun sepakat menjaga keamanan pelayaran dan stabilitas ekonomi dunia.
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memuncak, kali ini dipicu langkah berani Inggris yang menginisiasi pertemuan besar melibatkan sekitar 40 negara.
Menariknya, forum strategis ini digelar tanpa melibatkan Amerika Serikat, sekutu tradisional yang selama ini dominan dalam isu keamanan global.
Pertemuan tersebut secara khusus membahas upaya membuka kembali jalur pelayaran minyak di Selat Hormuz yang kini berada dalam tekanan tinggi.
Selat vital ini merupakan jalur utama distribusi energi dunia, dengan sekitar 20 persen pasokan minyak global melintas setiap harinya.
Situasi semakin kompleks setelah meningkatnya ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat yang berdampak pada keamanan kawasan.
Negara-negara peserta pun didorong mencari solusi kolektif guna memastikan stabilitas jalur energi tetap terjaga di tengah ancaman konflik.
Langkah Inggris ini dinilai sebagai sinyal pergeseran dinamika geopolitik, sekaligus upaya mengambil peran lebih besar di panggung internasional.
Kini, dunia menanti hasil konkret dari pertemuan tersebut, yang bisa menentukan arah keamanan dan ekonomi global ke depan.
Baca juga: Ancaman Trump Langsung Dibalas! Iran Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur Paling Canggih Milik AS-Israel
Tanpa melibatkan Amerika Serikat (AS), Inggris mengumpulkan 40 negara untuk membahas opsi pembukaan Selat Hormuz.
Mereka merundingkan bagaimana caranya membuka kembali jalur pelayaran minyak penting yang tersendat akibat perang AS-Israel melawan Iran.
Melalui menteri luar negeri masing-masing, pertemuan tersebut digelar secara virtual pada Kamis (2/4/2026).
Sebagaimana dilansir dari Al Jazeera, Kamis, pertemuan ini condong mengarah ke solusi non-militer dan upaya diplomasi untuk memastikan keamanan perlintasan minyak dunia.
Dorong Iran buka akses Selat Hormuz
Memimpin pertemuan, Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper menilai pemblokadean Selat Hormuz sebagai langkah ceroboh.
Penutupan jalur pelayaran vital itu dinilai berdampak pada stabilitas ekonomi global.
"Kita telah melihat Iran membajak rute pelayaran internasional untuk menyandera ekonomi global," ucap Cooper dalam pembukaan yang disiarkan media sebelum pertemuan berlanjut secara tertutup.
| Iran Ajukan 14 Syarat Damai ke AS, Trump Ragu hingga Ancam Lanjutkan Serangan: Sesuatu yang Buruk |
|
|---|
| AS Janji Kawal Ratusan Kapal yang Ditahan Iran di Selat Hormuz, Trump: Proyek Kebebasan Akan Dimulai |
|
|---|
| Proposal Damai Iran Ditolak Trump, Presiden AS Ngamuk Ancam Serangan Total: Saya Hancurkan Mereka! |
|
|---|
| Trump Klaim Menangkan Perang Lawan Iran, Sebut Sudah Hancurkan Semua: Mereka Tak Akan Punya Nuklir! |
|
|---|
| Pernyataan Keras Mojtaba Khamenei di Tengah Konflik dengan AS: Nuklir dan Rudal Harga Mati bagi Iran |
|
|---|