Breaking News:

Iran vs AS

Iran Siap Buka Selat Hormuz, Tapi Ada Syarat Ketat, Disebut Boleh Lewat Asal Bayar dan Ikuti Aturan

Iran buka Selat Hormuz bersyarat, kapal wajib bayar dan patuhi aturan ketat, picu kekhawatiran global

Editor: Eri Ariyanto

Ringkasan Berita:
  • Iran membuka peluang pembukaan kembali Selat Hormuz dengan syarat ketat, termasuk pembayaran biaya transit bagi kapal yang melintas.
  • Kebijakan ini disebut sebagai “gerbang tol” dan bertujuan kompensasi atas kerugian akibat konflik di kawasan.
  • Langkah tersebut memicu kekhawatiran global karena berpotensi mengganggu pasokan minyak dan menaikkan harga energi dunia.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas, dengan Iran kini membuka peluang untuk mengoperasikan kembali Selat Hormuz jalur vital yang menjadi urat nadi distribusi energi dunia.

Namun, keputusan tersebut tidak datang tanpa syarat, bahkan disebut-sebut menyerupai sistem “gerbang tol” bagi kapal-kapal yang ingin melintas.

Pemerintah Teheran menegaskan bahwa selat tetap terbuka, tetapi hanya bagi pihak yang memenuhi aturan ketat yang telah ditetapkan.

Kapal-kapal yang dianggap sebagai “musuh” Iran, termasuk yang berafiliasi dengan Amerika Serikat dan sekutunya, disebut tidak akan diizinkan melintas.

Sementara itu, kapal dari negara lain diwajibkan melakukan koordinasi serta mematuhi prosedur keamanan sebelum memasuki wilayah tersebut.

Tak hanya itu, Iran juga berencana memberlakukan biaya transit sebagai kompensasi atas kerusakan akibat konflik yang terjadi di kawasan tersebut.

Kebijakan ini sontak memicu kekhawatiran global, mengingat sekitar 20 persen pasokan minyak dunia bergantung pada jalur sempit ini.

Jika syarat-syarat tersebut diberlakukan secara penuh, dampaknya diprediksi tidak hanya mengguncang stabilitas kawasan, tetapi juga berpotensi mengerek harga energi dunia secara signifikan.

Baca juga: Heboh! Live Streamer Tewas di Kos Purwakarta Jabar, Fakta Terakhir Pinjam Uang Bikin Curiga

Seperti diketahui, pemerintah Iran mengisyaratkan peluang pembukaan kembali Selat Hormuz, namun dengan sejumlah prasyarat.

Jalur pelayaran utama minyak dunia tersebut disebut hanya akan kembali beroperasi apabila sebagian pendapatan dari lalu lintas kapal digunakan sebagai kompensasi atas kerusakan akibat perang.

Pernyataan itu disampaikan pejabat komunikasi di kantor Presiden Iran, Seyyed Mehdi Tabatabaei, seperti dikutip dari The Guardian, Minggu (5/4/2026).

Sebagaimana diketahui, aktivitas kapal di Selat Hormuz tersendat sejak konflik yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Penutupan jalur strategis ini berdampak besar terhadap pasar energi global, termasuk memicu lonjakan harga minyak dunia.

Gagasan ‘rezim hukum baru’ Iran

Tabatabaei menjelaskan, kompensasi yang dimaksud akan diatur melalui skema yang disebut sebagai “rezim hukum baru”.

Dalam konsep tersebut, Iran membuka kemungkinan penerapan biaya bagi kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Halaman 1/3
Tags:
Selat HormuzIranAmerika Serikat
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved