Breaking News:

Iran vs AS

Iran Siap Buka Selat Hormuz, Tapi Ada Syarat Ketat, Disebut Boleh Lewat Asal Bayar dan Ikuti Aturan

Iran buka Selat Hormuz bersyarat, kapal wajib bayar dan patuhi aturan ketat, picu kekhawatiran global

Tayang:
Editor: Eri Ariyanto

“Selat Hormuz hanya akan dibuka kembali jika seluruh kerugian akibat perang yang dipaksakan sudah diganti melalui rezim hukum baru, yakni dengan mengambil sebagian dari pendapatan biaya transit,” ujar Tabatabaei.

Dengan kata lain, Iran berupaya mengaitkan pemulihan kerugian perang dengan aktivitas pelayaran di jalur tersebut.

PERANG IRAN AS - Ilustrasi Selat Hormuz.
PERANG IRAN AS - Ilustrasi Selat Hormuz. (Dok./Wikimedia Commons)

Skema mirip “gerbang tol”

Laporan AP News pada 27 Maret 2026 menyebut Iran telah mulai menerapkan skema yang menyerupai “gerbang tol” bagi kapal yang melintas.

Menurut Lloyd’s List Intelligence, Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) disebut telah menjalankan mekanisme tersebut di lapangan.

Dalam praktiknya, sejumlah kapal dilaporkan diminta membayar biaya transit menggunakan mata uang China, yuan.

Setidaknya dua kapal telah melakukan pembayaran, meskipun tidak semua kapal dikenai biaya secara langsung.

Beberapa kapal, seperti kapal India yang mengangkut gas petroleum cair, disebut dapat melintas melalui jalur diplomasi.

Sementara itu, kapal yang hendak melintas umumnya harus melalui proses pemeriksaan oleh IRGC.

Kapal juga diwajibkan menyerahkan data lengkap, mulai dari muatan, pemilik, tujuan, hingga daftar awak, kepada pihak perantara yang disetujui IRGC.

Kapal yang mendapatkan persetujuan akan menerima kode khusus dan dikawal saat melintasi selat.

Menuju sistem permanen?

Sejumlah laporan menyebut Iran tengah menggodok sistem permanen terkait pengelolaan Selat Hormuz.

Dalam surat kepada International Maritime Organization (IMO), Iran menyatakan telah menerapkan berbagai langkah untuk menjamin keselamatan dan keamanan maritim.

Pemerintah Iran juga menegaskan kebijakan tersebut sesuai dengan hukum internasional.

Di sisi lain, parlemen Iran dilaporkan tengah menyusun undang-undang untuk meresmikan pungutan biaya bagi kapal.

Media yang dekat dengan IRGC menyebut langkah ini sebagai upaya menegaskan kedaulatan Iran sekaligus membuka sumber pendapatan baru.

Menuai kecaman internasional

Halaman 2/3
Tags:
Selat HormuzIranAmerika Serikat
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved