Breaking News:

Ketegangan Memanas, UEA Diserang Rudal-Drone 2 Hari Berturut-turut, Iran Bantah Keterlibatan

UEA diserang rudal-drone dua hari berturut, Iran bantah terlibat, ketegangan Teluk makin panas 2026

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Eri Ariyanto

“Oleh karena itu, laporan Kementerian Pertahanan negara tersebut sama sekali dibantah dan tidak memiliki kebenaran sedikit pun,” lanjut pernyataan itu.

UEA menyebutkan bahwa serangan pada Selasa terjadi sehari setelah insiden sebelumnya yang menyebabkan sedikitnya tiga orang terluka.

Pada serangan hari sebelumnya, sebuah drone juga memicu kebakaran di fasilitas minyak utama di emirat Fujairah, wilayah timur negara itu.

Hingga kini, dampak serangan terbaru tersebut masih belum sepenuhnya diketahui.

RUDAL IRAN - Penampakan rudal Khorramshahr-4 Khaibar missile milik Iran. Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) kembali memperlihatkan kemampuan militernya di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah. IRGC menyatakan bahwa serangan selanjutnya terhadap Israel akan menggunakan rudal balistik dengan hulu ledak seberat sekitar satu ton, terhitung mulai 10 Maret 2026.
RUDAL IRAN - Penampakan rudal Khorramshahr-4 Khaibar missile milik Iran. Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) kembali memperlihatkan kemampuan militernya di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah. IRGC menyatakan bahwa serangan selanjutnya terhadap Israel akan menggunakan rudal balistik dengan hulu ledak seberat sekitar satu ton, terhitung mulai 10 Maret 2026. (Dok./Wartakota)

Ketegangan meningkat di Selat Hormuz

Eskalasi ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran akan potensi kembalinya konflik terbuka antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Situasi memburuk setelah Washington meluncurkan inisiatif baru bertajuk “Project Freedom” untuk mengawal pelayaran di Selat Hormuz mulai Senin (4/5/2026).

Sebelumnya, sebagai respons atas serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari, pasukan Iran disebut telah meningkatkan kontrol de facto atas Selat Hormuz dengan menyerang atau mengancam kapal-kapal yang melintas tanpa izin Teheran.

Kondisi ini turut memicu gejolak pasar energi global dan mendorong harga minyak serta gas ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Sebagai balasan, AS memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan dan pengiriman barang Iran pada 13 April, yang membatasi kemampuan Teheran dalam mengekspor minyak dan mengimpor kebutuhan penting.

Pada Senin, beberapa jam setelah operasi Washington dimulai, militer Iran mengeklaim telah menembaki kapal perang AS.

Namun, Komando Pusat AS membantah adanya kapal yang terkena serangan, meski mengonfirmasi adanya peluncuran rudal jelajah ke arah aset angkatan laut dan kapal komersial berbendera AS.

Pihak militer AS juga menyatakan telah menghancurkan enam perahu kecil Iran serta sejumlah rudal dan drone yang diluncurkan dalam insiden tersebut.

Serangan hari pertama di UEA dan dampaknya

Pada Senin, Iran meluncurkan sekitar 15 rudal, sebagian besar rudal balistik ke arah UEA.

Serangan ini merupakan pertama kalinya sejak gencatan senjata AS–Iran diberlakukan sekitar empat minggu sebelumnya.

Aljazeera melaporkan, seluruh rudal tersebut diklaim berhasil dicegat oleh sistem pertahanan UEA, namun kebakaran tetap terjadi di Fujairah, lokasi terminal minyak utama negara itu.

Halaman 2/3
Tags:
UEArudalIran
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved