Iran vs AS
Pangkalan Militer AS Jadi Target Ancaman Serangan Iran: Rudal dan Drone Sudah Kunci Sasaran
Iran ancam serang pangkalan AS, rudal dan drone disebut sudah kunci target strategis.
Editor: Eri Ariyanto
Ringkasan Berita:
- Iran mengancam akan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah setelah kapal tanker mereka ditembaki di Teluk Oman.
- IRGC mengklaim rudal dan drone Iran telah mengunci target-target Amerika dan siap diluncurkan kapan saja.
- Ketegangan di Selat Hormuz memicu kekhawatiran perang regional besar dan gangguan terhadap perdagangan minyak dunia.
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memuncak setelah militer Iran melontarkan ancaman keras terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.
Iran mengklaim telah menyiapkan rudal balistik dan drone tempur yang disebut sudah “mengunci” sejumlah target strategis milik Amerika Serikat di wilayah Teluk.
Pernyataan itu disampaikan Garda Revolusi Iran (IRGC) menyusul meningkatnya eskalasi konflik dan serangan terhadap kapal-kapal di kawasan Selat Hormuz serta Teluk Oman.
Iran menegaskan, setiap serangan terhadap kapal tanker atau kepentingan negaranya akan dibalas dengan “serangan besar” yang menyasar aset militer AS dan sekutunya.
Situasi ini memicu kekhawatiran dunia internasional karena kawasan Timur Tengah kini berada di ambang konflik terbuka yang lebih luas dan berpotensi mengguncang stabilitas global.
Beberapa laporan bahkan menyebut Iran telah meningkatkan operasi drone dan serangan rudal ke sejumlah titik yang berkaitan dengan keberadaan pasukan Amerika di kawasan regional.
Di sisi lain, Amerika Serikat dikabarkan memperketat sistem pertahanan di berbagai pangkalan militernya setelah muncul kekhawatiran adanya serangan balasan dari Iran.
Ketegangan yang terus meningkat ini membuat Selat Hormuz kembali menjadi pusat perhatian dunia karena jalur tersebut merupakan salah satu rute perdagangan minyak paling vital di dunia.
Jika situasi terus memburuk, konflik Iran-AS dikhawatirkan dapat memicu perang regional besar yang berdampak langsung terhadap keamanan internasional dan harga energi global.
Baca juga: Saat Gencatan Senjata Berlaku, Kapal Tanker Iran Ditembaki AS, Trump Kembali Umbar Ancaman Bom
Seperti diketahui, angkatan laut Iran memperingatkan akan melancarkan serangan terhadap aset-aset Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah jika kapal-kapal Teheran diserang.
Pernyataan itu disampaikan oleh Komando angkatan laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Sabtu (9/5/2026), sehari setelah serangan AS terhadap dua kapal tanker Iran di Teluk Oman.
“Setiap serangan terhadap kapal tanker minyak dan kapal komersial Iran akan dibalas dengan serangan besar-besaran terhadap salah satu pangkalan Amerika di wilayah tersebut dan kapal-kapal musuh,” kata Angkatan Laut IRGC menurut laporan kantor berita pemerintah Iran, IRIB News.
Menurut seorang komandan IRGC, rudal dan drone IRGC telah mengunci target Amerika dan kapal musuh sambil menunggu perintah untuk menembak.
“Rudal dan pesawat nirawak IRGC telah mengunci target Amerika di wilayah tersebut dan kapal-kapal musuh yang agresif,” kata Jenderal Sardar Mousavi dari Angkatan Udara IRGC.
“Kami menunggu perintah untuk menembak,” lanjut pernyataan tersebut.
AS dan Iran saling serang di Selat Hormuz
| Iran Diam-diam Kuasai Jalur Perairan Strategis Lain, AS Disebut Sulit Campur Tangan |
|
|---|
| Trump Tak Menyangka Perang Iran Jadi Seperti Ini, Presiden AS Akui Hasil Tak Sesuai Ekspektasi |
|
|---|
| Iran Bentuk Lembaga Baru di Selat Hormuz, Kapal-kapal Terancam Kena Biaya Transit, Wajib Isi Dokumen |
|
|---|
| Selat Hormuz Memanas, AS & Iran Sempat Baku Tembak, Pertahanan Udara UEA Kini Tanggapi Ancaman Rudal |
|
|---|
| Pernyataan Mengejutkan Wapres Iran Mohammad Reza Aref, Sebut Bakal Merayakan Kemenangan Besar |
|
|---|